Lawan Rusia, AS Ingin Pindahkan Sistem Rudal NASAMS dari Timur Tengah ke Ukraina

Sabtu, 03 Desember 2022 - 07:06 WIB
loading...
Lawan Rusia, AS Ingin...
Amerika Serikat ingin pindahkan sistem rudal NASAMS dari negara-negara Timur Tengah ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Foto/Kongsberg
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) ingin memindahkan sistem pertahanan rudal canggih NASAMS dari negara-negara Timur Tengah ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia .

Hal itu disampaikan chief executive officer (CEO) Raytheon Tecnologies Greg Hayes. Dia mengatakan Amerika telah bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk rencana tersebut.

Rencananya, kata Hayes, beberapa unit NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile Systems) akan dipindahkan dalam tempo tiga hingga enam bulan ke depan.

Selanjutnya, Amerika akan mengganti NASAMS baru di Timur Tengah selama 24 bulan ke depan.

Baca juga: Ukraina Terima NASAMS, Sistem Rudal Canggih seperti yang Dimiliki Indonesia

“Ada NASAMS yang dikerahkan di Timur Tengah, dan beberapa sekutu NATO kami dan kami (AS) sebenarnya bekerja dengan beberapa negara Timur Tengah yang saat ini menggunakan NASAMS dan mencoba mengarahkannya ke Ukraina,” kata Hayes, seperti dikutip dari Politico, Sabtu (3/12/2022).

Dia mencatat bahwa mengalihkan sistem pertahanan dari Timur Tengah lebih cepat daripada membangun yang baru di AS. “Hanya karena butuh 24 bulan untuk membangun, bukan berarti butuh 24 bulan untuk diterima ke negara (itu),” katanya.

Hayes mengatakan diperlukan waktu dua tahun untuk membangun NASAMS baru karena waktu yang diperlukan untuk membeli komponen elektronik dan motor roket.

Pemerintahan Presiden Joe Biden diminta menyetujui pengaturan untuk mentransfer sistem pertahanan udara ke Ukraina. Namun, seorang juru bicara Departemen Pertahanan belum bersedia menanggapi permintaan komentar.

Pejabat Ukraina telah menghabiskan waktu berbulan-bulan melobi AS agar mengirim NASAMS ke Kiev untuk melawan serangan rudal Rusia.

Sistem tersebut memiliki jangkauan intersepsi yang lebih jauh daripada peralatan pertahanan udara lain yang dikirim negara-negara Barat ke Ukraina. Dua yang pertama tiba pada awal November, dan AS menjanjikan lebih banyak lagi yang akan datang.

Baca juga: Dua Sistem Baru NASAMS Dipasang di Ukraina Hari Ini

Pada hari Rabu, Angkatan Darat AS memberikan kontrak senilai hingga USD1,2 miliar untuk mengirimkan enam NASAMS ke Ukraina pada tahun 2025. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari paket Prakarsa Bantuan Keamanan Ukraina kelima dan mencakup pelatihan dan dukungan logistik.

Raytheon menolak menyebutkan nama negara-negara Timur Tengah yang NASAMS-nya akan dipindahkan ke Ukraina. Tapi pembeli di wilayah tersebut adalah Oman dan Qatar, menurut catatan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA).

Oman menandatangani kontrak dengan Raytheon pada 2014 untuk mendapatkan NASAMS, dengan pengiriman pada 2016.

AS membebaskan Qatar untuk membeli NASAMS pada 2019. Pemberitahuan pemerintah Amerika tidak menjelaskan berapa banyak sistem yang dibeli Oman dan Qatar.

Indonesia diketahui juga mengoperasikan NASAMS.

Pelatihan menghadirkan tantangan bagi AS saat mengirim peralatan canggih ke Ukraina. Menurut Hayes, personel Norwegia melatih sekitar 60 orang Ukraina dengan dua NASAMS.

Kongsberg, sebuah perusahaan Norwegia, mengembangkan NASAMS bersama dengan Raytheon.

Pelatihan untuk menggunakan NASAMS biasanya memakan waktu enam bulan, tetapi orang Ukraina dilatih dalam 60 hari.

Hayes mengatakan Raytheon memiliki fasilitas pendukung di wilayah di mana perusahaan dapat memberikan dukungan teknis setelah unit diterjunkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved