Putin Ungkap Alasan Rusia Serang Infrastruktur Ukraina Habis-habisan

Sabtu, 03 Desember 2022 - 01:05 WIB
loading...
Putin Ungkap Alasan...
Asap mengepul setelah serangan rudal Rusia di Kiev, Ukraina, 5 Juni 2022. Foto/REUTERS/Vladyslav Sodel
A A A
MOSKOW - Serangan presisi Rusia terhadap infrastruktur Ukraina adalah tanggapan yang diperlukan untuk sabotase Ukraina di tanah Rusia, termasuk pengeboman Jembatan Crimea.

Presiden Vladimir Putin menjelaskan hal itu kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Kedua pemimpin berbicara melalui telepon pada Jumat (2/12/2022) atas permintaan Berlin, menurut pernyataan yang dikeluarkan Kremlin.

Putin menjelaskan logika di balik operasi militer Rusia melawan Ukraina dan menyatakan kebijakan Barat mempersenjatai dan melatih pasukan Ukraina "merusak".

Baca juga: Zelensky Gerebek Gereja Terbesar di Ukraina, Berdalih Kemerdekaan Spiritual

“Tercatat bahwa Angkatan Bersenjata Rusia telah lama menahan diri untuk tidak melakukan serangan rudal presisi pada sasaran tertentu di wilayah Ukraina, tetapi sekarang tindakan seperti itu menjadi perlu dan tidak dapat dihindari sebagai reaksi terhadap serangan provokatif Kiev terhadap infrastruktur sipil Rusia, termasuk Jembatan Crimea dan fasilitas energi,” papar Kremlin.

"Serangan teroris terhadap jaringan pipa bawah laut Nord Stream berada dalam kategori yang sama dan membutuhkan penyelidikan transparan yang akan mencakup Rusia,” tegas Putin kepada pemimpin Jerman itu.

Kantor Scholz mengatakan, “Percakapan berlangsung sekitar satu jam dan kanselir mengutuk serangan udara Rusia terhadap infrastruktur sipil di Ukraina dan menekankan tekad Jerman mendukung Kiev.”

Baca juga: Pertahanan Rusia Diperbarui, Tentara Tak Takut Lagi Digempur HIMARS

Rusia mengubah taktik militernya di Ukraina beberapa hari setelah satu bom kuat merusak Jembatan Crimea pada awal Oktober.

Penyelidik Rusia menuduh intelijen militer Ukraina mendalangi serangan itu, yang menewaskan tiga orang, termasuk pengemudi truk yang membawa bom terselubung itu.

Sebagai pembalasan, pasukan Rusia mulai menargetkan fasilitas energi Ukraina, yang diyakini Kementerian Pertahanan berperan penting untuk logistik militer Kiev.

Kerusakan tersebut memaksa otoritas Ukraina untuk melakukan pemadaman listrik bergilir. Pemerintah Ukraina dan pendukung Baratnya menuduh Moskow menggunakan taktik teroris.

Ledakan yang merusak dua pipa Nord Stream bawah laut terjadi pada akhir September, memutus sambungan yang memungkinkan Jerman menerima gas alam langsung dari Rusia.

Moskow mengatakan pihak yang diuntungkan dari sabotase itu adalah Amerika Serikat, yang telah lama berusaha memaksa Berlin mengurangi perdagangan energinya dengan Rusia dan mengganti bahan bakar Rusia dengan gas alam cair yang lebih mahal yang diproduksi perusahaan-perusahaan Amerika.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved