Jika AS Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Kremlin Ancam Hentikan Dialog dengan Washington
Kamis, 01 Desember 2022 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan keputusannya untuk menunda pertemuan Komisi Konsultasi Bilateral di bawah Perjanjian START Baru Rusia-AS yang semula dijadwalkan berlangsung di Kairo pada 29 November - 6 Desember.
Baca: Rusia Uraikan Syarat Perundingan Damai dengan Ukraina
Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan NATO agar tidak memberi Ukraina sistem pertahanan rudal Patriot. Ia juga mencela aliansi tersebut sebagai "entitas kriminal" karena mengirimkan senjata ke apa yang disebutnya "rezim ekstremis".
Medvedev, yang pernah menyebut dirinya sebagai modernisasi liberal sebagai presiden dari 2008 hingga 2012, semakin muncul sebagai salah satu pendukung perang Rusia yang paling hawkish di Ukraina. Ia kerap memposting kecaman pedas terhadap Barat di saluran media sosialnya.
“Jika seperti yang diisyaratkan oleh (Sekretaris Jenderal NATO Jens) Stoltenberg, NATO akan memasok sistem Patriot kepada kaum fanatik Ukraina bersama dengan personel NATO, mereka akan segera menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev di aplikasi pesan Telegram.
Baca: Rusia Uraikan Syarat Perundingan Damai dengan Ukraina
Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan NATO agar tidak memberi Ukraina sistem pertahanan rudal Patriot. Ia juga mencela aliansi tersebut sebagai "entitas kriminal" karena mengirimkan senjata ke apa yang disebutnya "rezim ekstremis".
Medvedev, yang pernah menyebut dirinya sebagai modernisasi liberal sebagai presiden dari 2008 hingga 2012, semakin muncul sebagai salah satu pendukung perang Rusia yang paling hawkish di Ukraina. Ia kerap memposting kecaman pedas terhadap Barat di saluran media sosialnya.
“Jika seperti yang diisyaratkan oleh (Sekretaris Jenderal NATO Jens) Stoltenberg, NATO akan memasok sistem Patriot kepada kaum fanatik Ukraina bersama dengan personel NATO, mereka akan segera menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev di aplikasi pesan Telegram.
(esn)
Lihat Juga :