Jika AS Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Kremlin Ancam Hentikan Dialog dengan Washington

Kamis, 01 Desember 2022 - 03:30 WIB
loading...
Jika AS Terus Pasok...
Jika AS Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Kremlin Ancam Hentikan Dialog dengan Washington. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia tidak akan membahas Perjanjian START Baru dengan Amerika Serikat (AS) selama Washington terus mempersenjatai Ukraina. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova kepada radio Sputnik, Rabu (30/11/2022).

“Amerika Serikat berencana untuk mengirim lebih banyak senjata ke wilayah konflik di mana Rusia terlibat. Jadi, mereka akan terus memasok semua senjata itu dan mendorong rezim Kiev untuk melakukan lebih banyak pertumpahan darah,” kata Zakharova.

Baca: Rusia Tembakkan Rudal Kosong untuk Kuras Stok Pertahanan Udara Ukraina

“Mereka melakukan itu sambil mengalokasikan dana untuk kegiatan ekstremis yang dilakukan di bawah otoritas individu di Bankovaya Streat (di mana kantor kepresidenan Ukraina berada - TASS) yang jauh dari orang rasional, sementara kita duduk untuk membahas masalah keamanan timbal balik dengan mereka, termasuk kepentingan mereka?" lanjutnya.

Menurut diplomat Rusia itu, Moskow sangat menghargai Perjanjian START Baru yang menurutnya memenuhi kepentingan bersama Rusia dan AS. “Tetapi, kondisi yang tepat harus ada untuk membahasnya,” tegas Zakharova.

Pada awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan keputusannya untuk menunda pertemuan Komisi Konsultasi Bilateral di bawah Perjanjian START Baru Rusia-AS yang semula dijadwalkan berlangsung di Kairo pada 29 November - 6 Desember.

Baca: Rusia Uraikan Syarat Perundingan Damai dengan Ukraina

Sebelumnya, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan NATO agar tidak memberi Ukraina sistem pertahanan rudal Patriot. Ia juga mencela aliansi tersebut sebagai "entitas kriminal" karena mengirimkan senjata ke apa yang disebutnya "rezim ekstremis".

Medvedev, yang pernah menyebut dirinya sebagai modernisasi liberal sebagai presiden dari 2008 hingga 2012, semakin muncul sebagai salah satu pendukung perang Rusia yang paling hawkish di Ukraina. Ia kerap memposting kecaman pedas terhadap Barat di saluran media sosialnya.

“Jika seperti yang diisyaratkan oleh (Sekretaris Jenderal NATO Jens) Stoltenberg, NATO akan memasok sistem Patriot kepada kaum fanatik Ukraina bersama dengan personel NATO, mereka akan segera menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev di aplikasi pesan Telegram.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved