Boeing Tawarkan Buat Bom Murah dan Presisi untuk Ukraina

Senin, 28 November 2022 - 20:04 WIB
loading...
Boeing Tawarkan Buat...
Sistem rudal Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB) menyerang target dengan panduan GPS. Foto/saab
A A A
WASHINGTON - Pentagon dilaporkan sedang mempertimbangkan tawaran Boeing untuk memproduksi secara massal bom presisi murah untuk Ukraina menggunakan gudang senjata AS yang ada.

Saat ini Washington dan sekutunya berjuang memenuhi kebutuhan bantuan militer Kiev.

Menurut Reuters, Boeing telah mengusulkan memasok pasukan Ukraina dengan apa yang disebut sistem Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), yang akan memasangkan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 senilai USD40.000 dengan motor roket M26 yang relatif melimpah.

Senjata murah tersebut telah dikembangkan sejak 2019.

Baca juga: Rusia: Aktivitas Penelitian Biologi Militer AS Ancaman bagi Dunia

Dalam dokumen yang dilihat Reuters, Boeing mengklaim ketersediaan komponen yang diperlukan akan memungkinkannya memproduksi persenjataan dan mulai mengirimkannya ke Ukraina paling cepat pada musim semi 2023.

Namun, masih ada kendala logistik yang harus diatasi, karena setidaknya enam pemasok harus mempercepat pengiriman suku cadang untuk memproduksi senjata dengan cepat.

Rencana Boeing juga meminta pengabaian harga, yang akan membebaskan kontraktor dari tinjauan mendalam untuk memastikan Pentagon mendapatkan kesepakatan yang adil.

Baca juga: Zelensky Dikecam karena Tuntut Uang dari Pembayar Pajak AS

Menurut situs web SAAB AB yang memproduksi senjata bersama dengan Boeing, GLSDB yang dipandu GPS mampu menyerang target pada jarak hingga 150 kilometer.

Kemampuan itu berpotensi memungkinkan Kiev menyerang pasukan Rusia jauh melampaui garis depan pertempuran.

Meski militer AS dan Boeing menolak mengomentari laporan tersebut, juru bicara Pentagon Letnan Cmdr Tim Gorman mengatakan Washington dan sekutunya "mengidentifikasi dan mempertimbangkan sistem yang paling tepat" yang akan membantu Kiev.

Dia menolak menguraikan tentang penyediaan “kemampuan khusus” apa pun ke Ukraina.

Moskow telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutu NATO-nya agar tidak memasok senjata ke Ukraina, dengan alasan itu hanya memperpanjang konflik dan pada akhirnya dapat menyebabkan konfrontasi langsung antara Rusia dan Barat.

Negara-negara seperti AS dan Inggris telah menyediakan sistem senjata yang lebih canggih untuk pasukan Kiev, yang mampu menjangkau jauh di belakang garis depan pertempuran.

Karena itu, Kremlin menggambarkan konflik yang sedang berlangsung sebagai perang proksi melawan NATO. Presiden Vladimir Putin juga menyatakan Rusia memerangi "seluruh mesin militer Barat" di Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved