Video Tawanan Perang Rusia Dieksekusi Ukraina, PBB: Kemungkinan Besar Asli
Minggu, 27 November 2022 - 13:37 WIB
loading...
Dewan HAM PBB menyebut video tawanan perang Rusia dieksekusi Ukraina kemungkinan asli. Foto/Novaya Gazeta
A
A
A
NEW YORK - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan video yang menunjukkan tentara Rusia yang tampaknya dieksekusi oleh pasukan Ukraina tampak asli. Dia meminta Kiev untuk menyelidiki sepenuhnya apa yang digambarkan Moskow sebagai eksekusi langsung.
Rekaman itu, terdiri dari dua klip yang digabungkan menjadi satu video, muncul di media sosial minggu lalu. Video itu menunjukkan selusin prajurit Rusia yang tidak bersenjata menyerah kepada pasukan Ukraina dan berbaring di tanah. Sementara seorang pria yang tampaknya tentara Ukraina menembaki mereka, dan selusin tentara pertama terbaring tewas dalam genangan darah.
"Misi Pemantauan kami di Ukraina telah melakukan analisis awal yang menunjukkan bahwa video yang mengganggu ini kemungkinan besar asli dalam apa yang mereka tunjukkan," kata Turk dalam siaran pers.
Baca: AS Pantau Dugaan Ukraina Eksekusi Lebih dari 10 Tawanan Perang Rusia
“Analisis…menggarisbawahi perlunya penyelidikan forensik yang independen dan terperinci untuk membantu menetapkan apa yang sebenarnya terjadi,” sambungnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (27/11/2022).
Rekaman itu, terdiri dari dua klip yang digabungkan menjadi satu video, muncul di media sosial minggu lalu. Video itu menunjukkan selusin prajurit Rusia yang tidak bersenjata menyerah kepada pasukan Ukraina dan berbaring di tanah. Sementara seorang pria yang tampaknya tentara Ukraina menembaki mereka, dan selusin tentara pertama terbaring tewas dalam genangan darah.
"Misi Pemantauan kami di Ukraina telah melakukan analisis awal yang menunjukkan bahwa video yang mengganggu ini kemungkinan besar asli dalam apa yang mereka tunjukkan," kata Turk dalam siaran pers.
Baca: AS Pantau Dugaan Ukraina Eksekusi Lebih dari 10 Tawanan Perang Rusia
“Analisis…menggarisbawahi perlunya penyelidikan forensik yang independen dan terperinci untuk membantu menetapkan apa yang sebenarnya terjadi,” sambungnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (27/11/2022).
Lihat Juga :