Pakar: Turki Bisa Kerahkan Sistem Rudal S-400 Rusia di Libya

Kamis, 09 Juli 2020 - 10:45 WIB
loading...
Pakar: Turki Bisa Kerahkan...
Komponen sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba dengan pesawat kargo di dekat Bandara Murted, Ankara, 27 Agustus 2019. Foto/Militer Turki/Kementerian Pertahanan Turki/Handout via REUTERS
A A A
ANKARA - Turki dinilai dapat mengerahkan sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia di Libya dalam upaya untuk menghindari sanksi Amerika Serikat (AS). Penilaian ini dipaparkan pakar hubungan Rusia-Turki, Basel Haj Jasem.

Washington telah mengancam Ankara dengan sanksi dan menangguhkan Turki dari program untuk membangun dan mengoperasikan jet tempur siluman F-35 setelah Ankar membeli S-400 dari Moskow. Menurut Washington, senjata pertahanan canggih Moskow itu tidak kompatibel dengan sistem NATO dan mengancam kemampuan stealth atau siluman dari jet tempur F-35.

Amerika Serikat telah meminta Turki untuk menjual senjata pertahanan itu kepada pihak ketiga, untuk menyebarkannya di negara lain atau berjanji secara tertulis untuk tidak mengaktifkan sistem tersebut. (Baca: Senator Sarankan AS Beli Sistem Rudal S-400 Rusia dari Turki )

"Salah satu skenario paling menguntungkan yang dapat diterima oleh tiga pihak utama adalah menggelar sistem S-400 di Libya sejalan dengan perjanjian keamanan dan militer antara Ankara dan Tripoli dan setelah menyetujuinya dengan Moskow dan Washington," kata Jasem dalam sebuah artikel ditulis untuk Daily Sabah yang dikutip Ahval News, Kamis (9/7/2020).

Turki dan Rusia mendukung pihak-pihak yang saling bertikai dalam konflik Libya. Ankara mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, sedangkan Moskow dianggap mendukungTentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar.

"Karena ada lebih banyak yang dipertaruhkan daripada hanya sistem rudal, Ankara yang ingin menjaga keseimbangan antara Moskow dan Washington, lebih memilih untuk tidak mengambil risiko hubungannya di kedua sisi dengan mengorbankan yang lain," kata Jasem. (Baca juga: Terkonfirmasi, Turki Tes S-400 Rusia dengan Jet Tempur Buatan AS )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
Balas Ukraina, Rudal...
Balas Ukraina, Rudal Rusia Tewaskan 13 Orang di Zaporizhzhia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved