Sesuai Janji, Anwar Ibrahim Tak Akan Ambil Gaji Perdana Menteri
Jum'at, 25 November 2022 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Poin 4, fokus nomor satu saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi. Poin ke-5 melawan rasuah dan penyelewengan secara serius dan habis-habisan dengan menggerakkan agenda reformasi tatakelola pemerintahan. Dan yang terakhir, Anwar memutuskan Senin (28/11/2022) sebagai hari libur nasional.
Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia, sejumlah musuh politiknya menyampaikan selamat pada Anwar. Di antara mereka adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong, presiden Pejuang Datuk Seri Mukhriz Tun Dr Mahathir, ketua Sabah Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Bung Moktar Radin, sekretaris jenderal UMNO Datuk Seri Ahmad Maslan dan wakil Parti Sosialis Malaysia (PSM) ketua S. Arutchelvan.
Baca: Via Telepon Jokowi Ucapkan Selamat, Anwar Ibrahim: Terima Kasih
Wee juga berterima kasih kepada Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah karena telah menyetujui penunjukan Anwar sebagai Perdana Menteri ke-10 negara tersebut.
Dia juga mengatakan menghormati keputusan Yang Mulia untuk pembentukan pemerintah persatuan untuk mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. “Mudah-mudahan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, kita bisa memberantas politik balas dendam dan menghindari perpecahan dalam masyarakat majemuk,” katanya, seperti dikutip dari Bernama.
Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia, sejumlah musuh politiknya menyampaikan selamat pada Anwar. Di antara mereka adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong, presiden Pejuang Datuk Seri Mukhriz Tun Dr Mahathir, ketua Sabah Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Bung Moktar Radin, sekretaris jenderal UMNO Datuk Seri Ahmad Maslan dan wakil Parti Sosialis Malaysia (PSM) ketua S. Arutchelvan.
Baca: Via Telepon Jokowi Ucapkan Selamat, Anwar Ibrahim: Terima Kasih
Wee juga berterima kasih kepada Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah karena telah menyetujui penunjukan Anwar sebagai Perdana Menteri ke-10 negara tersebut.
Dia juga mengatakan menghormati keputusan Yang Mulia untuk pembentukan pemerintah persatuan untuk mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. “Mudah-mudahan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, kita bisa memberantas politik balas dendam dan menghindari perpecahan dalam masyarakat majemuk,” katanya, seperti dikutip dari Bernama.
Lihat Juga :