Anwar Ibrahim, dari 2 Kali Dipenjara hingga Jadi PM Malaysia
Kamis, 24 November 2022 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Kasus tersebut dibatalkan dengan alasan tidak cukup bukti.
2020
Menurut sumber, Mahathir menghadapi tekanan dari sekutunya, Anwar Ibrahim, untuk menetapkan tanggal serah terima kekuasaan.
Politisi senior dari Pakatan dan partai oposisi yang kalah bertemu di sebuah hotel bintang lima pada 23 Februari dalam apa yang dikenal sebagai "gerakan Sheraton". Anwar menyalahkan “mantan teman" di internal Partai Bersatu pimpinan Mahathir dan “faksi kecil pengkhianat” dari partainya sendiri.
24 Februari 2020
Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri.
1 Maret 2020
Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri setelah Yassin bertemu dengan setiap anggota Parlemen untuk mendapatkan dukungan.
23 September 2020
Anwar mengatakan dia memiliki cukup dukungan di Parlemen untuk menjadi perdana menteri dan mendesak Muhyiddin untuk mengundurkan diri.
13 Oktober 2020
Anwar menemui raja dan mengatakan dia telah membagikan bukti dukungannya kepada raja. Dia mengatakan dia memiliki mayoritas yang “hebat” dan bahwa Muhyiddin harus mundur.
19 November 2022
Malaysia gelar pemilu ke-15 dan kubu Anwar Ibrahim meraih 82 kursi Parlemen. Perolehan ini belum bisa membentuk pemerintahan baru karena kurang dari syaratnya, yakni 112 kursi.
24 November 2022
Raja Malaysia Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menunjuk Anwar Ibrahim sebagai PM baru setelah UMNO, partai utama di koalisi Barisan Nasional, mendukung Anwar.
2020
Menurut sumber, Mahathir menghadapi tekanan dari sekutunya, Anwar Ibrahim, untuk menetapkan tanggal serah terima kekuasaan.
Politisi senior dari Pakatan dan partai oposisi yang kalah bertemu di sebuah hotel bintang lima pada 23 Februari dalam apa yang dikenal sebagai "gerakan Sheraton". Anwar menyalahkan “mantan teman" di internal Partai Bersatu pimpinan Mahathir dan “faksi kecil pengkhianat” dari partainya sendiri.
24 Februari 2020
Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri.
1 Maret 2020
Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri setelah Yassin bertemu dengan setiap anggota Parlemen untuk mendapatkan dukungan.
23 September 2020
Anwar mengatakan dia memiliki cukup dukungan di Parlemen untuk menjadi perdana menteri dan mendesak Muhyiddin untuk mengundurkan diri.
13 Oktober 2020
Anwar menemui raja dan mengatakan dia telah membagikan bukti dukungannya kepada raja. Dia mengatakan dia memiliki mayoritas yang “hebat” dan bahwa Muhyiddin harus mundur.
19 November 2022
Malaysia gelar pemilu ke-15 dan kubu Anwar Ibrahim meraih 82 kursi Parlemen. Perolehan ini belum bisa membentuk pemerintahan baru karena kurang dari syaratnya, yakni 112 kursi.
24 November 2022
Raja Malaysia Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menunjuk Anwar Ibrahim sebagai PM baru setelah UMNO, partai utama di koalisi Barisan Nasional, mendukung Anwar.
(min)
Lihat Juga :