Salah Tuduh Rudal Rusia Hantam Polandia, Wartawan AP Dipecat
Selasa, 22 November 2022 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Peristiwa semacam itu akan menjadi eskalasi besar dalam konflik di Ukraina, mengingat bahwa serangan terhadap satu anggota NATO seharusnya memicu respons dari seluruh blok militer pimpinan AS tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 5 Piagam NATO.
Laporan awal AP itu dengan cepat dikutip oleh banyak media lain dan menjadi berita utama internasional. Namun, AP kemudian mencabut laporan yang bisa memicu Perang Dunia III tersebut.
Rusia membantah melakukan serangan di dekat perbatasan Ukraina-Polandia pada saat insiden rudal menghantam desa Przewodow. Sementara itu, pejabat dari Polandia, AS dan Uni Eropa segera mengatakan hanya ada satu rudal yang terlibat dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina.
AP kemudian mencabut laporan yang ditulis oleh LaPorta dan menerbitkan catatan editor yang mengakui bahwa satu sumber yang digunakan dalam laporan itu salah. "Bahwa pelaporan selanjutnya menunjukkan bahwa rudal itu buatan Rusia dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina untuk bertahan melawan serangan Rusia," bunyi catatan editor.
Menurut kebijakan kantor berita tersebut, sebuah laporan membutuhkan setidaknya dua sumber untuk diterbitkan, dengan satu sumber hanya diperbolehkan jika itu adalah sosok otoritatif yang memberikan informasi dengan sangat rinci sehingga keakuratannya tidak diragukan lagi.
Laporan awal AP itu dengan cepat dikutip oleh banyak media lain dan menjadi berita utama internasional. Namun, AP kemudian mencabut laporan yang bisa memicu Perang Dunia III tersebut.
Rusia membantah melakukan serangan di dekat perbatasan Ukraina-Polandia pada saat insiden rudal menghantam desa Przewodow. Sementara itu, pejabat dari Polandia, AS dan Uni Eropa segera mengatakan hanya ada satu rudal yang terlibat dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina.
AP kemudian mencabut laporan yang ditulis oleh LaPorta dan menerbitkan catatan editor yang mengakui bahwa satu sumber yang digunakan dalam laporan itu salah. "Bahwa pelaporan selanjutnya menunjukkan bahwa rudal itu buatan Rusia dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina untuk bertahan melawan serangan Rusia," bunyi catatan editor.
Menurut kebijakan kantor berita tersebut, sebuah laporan membutuhkan setidaknya dua sumber untuk diterbitkan, dengan satu sumber hanya diperbolehkan jika itu adalah sosok otoritatif yang memberikan informasi dengan sangat rinci sehingga keakuratannya tidak diragukan lagi.
Lihat Juga :