Ukraina Diam-diam Hapus Aturan Anti-Korupsi Para Politisi

Selasa, 22 November 2022 - 10:25 WIB
loading...
Ukraina Diam-diam Hapus...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Volodymyr Zelensky dianggap merusak harapan Ukraina bergabung Uni Eropa (UE) dengan menandatangani amandemen yang mengurangi pengawasan keuangan para politisi.

Kepala Pusat Aksi Antikorupsi (AntAC) Vitaly Shabunin mengungkapkan hal itu di Kiev, Senin (21/11/2022).

“Tindakan tersebut praktis membunuh upaya untuk memerangi pencucian uang,” ungkap Shabunin.

Ukraina sebelumnya mengamanatkan pemantauan keuangan seumur hidup terhadap “orang-orang yang terpapar secara politik,” termasuk pejabat pemerintah dan anggota parlemen, sampai Zelensky menandatangani amandemen pekan lalu yang membatasinya hanya untuk tiga tahun.

Baca juga: Umat Yahudi Tidak Senang dengan Perlakuan di Piala Dunia Qatar

Secara resmi, undang-undang tersebut seharusnya "melindungi sistem keuangan Ukraina dari Rusia dan Belarusia," tetapi AntAC mengatakan itu akan merugikan kepentingan negara tersebut.

“Dengan undang-undang ini, politisi menghancurkan sistem pemantauan keuangan orang yang mereka cintai, yang berarti mereka benar-benar memblokir negosiasi aksesi Ukraina ke UE,” papar Shabunin di media sosial.

Dia menambahkan, “Undang-undang yang diamandemen secara praktis mematikan sistem pencegahan pencucian uang oleh politisi Ukraina.”

Baca juga: Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Gempa Cianjur

Direktur Eksekutif AntAC Daria Kaleniuk menunjukkan undang-undang tersebut juga melanggar janji Kiev kepada Uni Eropa, salah satu dari tujuh komitmen yang dibuat Zelensky ke Brussel pada Juni.

“Agar kami dapat meyakinkan mitra Eropa kami bahwa kami serius untuk bergabung dengan UE dan menerapkan semua reformasi yang diperlukan untuk ini, kami perlu memperbaikinya,” ujar dia kepada Hromadske.

Setelah menandatangani undang-undang pada Kamis, Zelensky mengatakan kepada Forum Ekonomi Baru Bloomberg, melalui tautan video, bahwa pada dasarnya dia telah mengakhiri korupsi di Ukraina.

"Tidak ada yang akan bisa memaafkan korupsi di masa depan Ukraina," papar dia, menambahkan semua pejabat korup telah melarikan diri dari negara itu sementara mereka yang tersisa tidak akan tergoda untuk "mengganggu operasi bisnis" karena semua layanan pemerintah telah menjadi elektronik.

Undang-undang lama mengatur pemantauan keuangan seumur hidup terhadap presiden, perdana menteri, menteri dan wakilnya, anggota parlemen, manajemen bank nasional, pejabat keamanan senior, hakim dan jaksa kunci, serta komandan militer.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Inggris dan Prancis...
Inggris dan Prancis Diam-diam Bahas Pengerahan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved