Medvedev: Barat Lelah dengan Zelensky, 'Dorong' Kiev ke Meja Perundingan

Minggu, 20 November 2022 - 09:46 WIB
loading...
Medvedev: Barat Lelah...
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. Foto/Russia Today
A A A
MOSKOW - Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Barat secara kolektif semakin lelah dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan "mendorong" Kiev ke dalam pembicaraan dengan Moskow. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah postingan di Telegram.

Medvedev menambahkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan NATO tidak ingin mengambil risiko perang dunia baru.

Dalam postingannya, Medvedev mengatakan reaksi terhadap serangan rudal yang melanda Przewodow di Polandia pada hari Selasa, yang menewaskan dua warga sipil, telah mengungkapkan gejala baru dalam tren ini, malahan "Russiphobia yang paling bersemangat" di Warsawa menolak untuk menyalahkan insiden tersebut pada Moskow.

Sebelumnya pada hari Jumat, Warsawa menyebut serangan itu sebagai kecelakaan yang tidak menguntungkan yang hampir mustahil untuk dicegah. Kiev berulang kali mencoba menyalahkan insiden itu pada Moskow.

Baca: NATO-Ukraina Berselisih karena Kebohongan Zelensky soal Rudal Hantam Polandia

Sementara itu, militer Rusia mengatakan tidak melakukan peluncuran di dekat perbatasan Ukraina-Polandia pada saat itu, sedangkan analisis foto dari situs tersebut menunjukkan bahwa proyektil itu adalah rudal anti-pesawat S-300 yang dioperasikan oleh pasukan Ukraina.

“Semua orang lelah dengan rezim Kiev. Terutama Zelensky yang neurotik, yang terus-menerus mengobarkan ketegangan, merengek, tersedu-sedu, dan memeras semakin banyak uang dan pemberian senjata. (Dia) bertingkah seperti anak histeris dengan masalah perkembangan,” kata Medvedev seperti dilansir dari Russia Today, Minggu (20/11/2022).

Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia itu melanjutkan kelelahan dengan Kiev dan tindakannya mendorong Barat secara kolektif untuk "mendorong" Ukraina ke dalam pembicaraan dengan Rusia.

“AS, NATO, dan Uni Eropa tidak ingin putus total dengan Rusia, mempertaruhkan (perang) dunia ketiga. Oleh karena itu, upaya yang sering dilakukan untuk mengendalikan Kiev dan menyadarkannya, mendorongnya untuk bernegosiasi,” tulis Medvedev.

Baca: Pejabat Turki: Konflik di Ukraina Adalah Perang Rusia dengan Barat!

Dengan menolak berbicara dengan Rusia, kata Medvedev, Zelensky sebenarnya mengejar tujuan yang lebih duniawi dan egois.

“Jika (Zelensky) tidak menerima kenyataan runtuhnya Ukraina, tidak ada gunanya duduk di meja (negosiasi). Dan jika (dia) menerimanya – dia akan dibawa keluar oleh nasionalisnya sendiri, yang terkait dengan petinggi tentara,” ia menambahkan.

Komentar mantan presiden Rusia itu muncul ketika beberapa politisi terkemuka di Barat, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah berulang kali menyerukan pembicaraan langsung antara Kiev dan Moskow. Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa Washington secara pribadi telah mendorong Ukraina untuk menghentikan penolakan tanpa kompromi terhadap proses perdamaian dengan Rusia.

Pekan lalu, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley, menyatakan bahwa kemenangan militer Ukraina mungkin tidak dapat diraih dan musim dingin dapat memberikan kesempatan untuk memulai pembicaraan dengan Moskow.

Baca: Ukraina Coba Tekan Georgia untuk Keroyok Rusia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Berita Terkini
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved