Ini 4 Kehebatan Frankenjet, Jet Tempur Siluman Daur Ulang yang Dibuat dari 2 Pesawat yang Hancur Senilai Rp1,2 Triliun
Kamis, 10 April 2025 - 18:35 WIB
loading...
Frankenjet menjadi pesawat daur ulang pertama AS. Foto/Capt. Nathan Poblete/US Air Force
A
A
A
WASHINGTON - Angkatan Udara AS menyebutnya “Frankenjet,” jet tempur siluman yang dijahit dari bagian-bagian dua F-35 yang hancur dalam kecelakaan yang sekarang bertugas dan siap tempur.
"'Frankenjet'" beroperasi penuh dan siap mendukung para pejuang perang," kata sebuah laporan dari Kantor Program Gabungan F-35 (JPO) militer pada hari Rabu.
Pesawat itu, yang dikenal sebagai AF-27, juga mengalami kerusakan besar di bagian belakangnya.
Potongan-potongan lengan rotor mesin yang retak "memotong casing kipas mesin, rongga mesin, tangki bahan bakar internal, dan saluran hidrolik dan bahan bakar sebelum keluar melalui badan pesawat bagian atas," sebuah penyelidikan menyimpulkan.
Kebakaran yang dihasilkan membakar dua pertiga bagian belakang jet tempur itu.
Kemudian pada tanggal 8 Juni 2020, roda pendaratan hidung pada F-35A lainnya, yang dikenal sebagai AF-211, gagal mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Hill di Utah, yang mengakibatkan kerusakan parah pada pesawat tempur itu, menurut laporan tentang insiden tersebut.
"'Frankenjet'" beroperasi penuh dan siap mendukung para pejuang perang," kata sebuah laporan dari Kantor Program Gabungan F-35 (JPO) militer pada hari Rabu.
Ini 4 Kehebatan Frankenjet, Jet Tempur Siluman Daur Ulang yang Dibuat dari 2 Pesawat yang Hancur Senilai Rp1,2 Triliun
1. Pesawat Daur Ulang
Pesawat tempur daur ulang itu melacak asal-usulnya hingga tahun 2014, ketika sebuah F-35A yang akan lepas landas dalam misi pelatihan dari Pangkalan Angkatan Udara Eglin di Florida mengalami "kegagalan mesin yang parah," menurut laporan Angkatan Udara tentang insiden tersebut.Pesawat itu, yang dikenal sebagai AF-27, juga mengalami kerusakan besar di bagian belakangnya.
Potongan-potongan lengan rotor mesin yang retak "memotong casing kipas mesin, rongga mesin, tangki bahan bakar internal, dan saluran hidrolik dan bahan bakar sebelum keluar melalui badan pesawat bagian atas," sebuah penyelidikan menyimpulkan.
Kebakaran yang dihasilkan membakar dua pertiga bagian belakang jet tempur itu.
Kemudian pada tanggal 8 Juni 2020, roda pendaratan hidung pada F-35A lainnya, yang dikenal sebagai AF-211, gagal mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Hill di Utah, yang mengakibatkan kerusakan parah pada pesawat tempur itu, menurut laporan tentang insiden tersebut.
Lihat Juga :