Senjata Dicuri dari Pangkalan Militer Israel Setiap Pekan
Senin, 14 November 2022 - 20:03 WIB
loading...
Tentara Israel berada di Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2022. Foto/Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Mantan kepala pengaduan di Kementerian Pertahanan Israel Itzhak Brik menyatakan senjata dicuri dari pangkalan militer Israel setiap pekan.
Mengomentari pencurian sekitar 70.000 peluru dan 70 granat dari pangkalan militer Israel di Tznobar di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Brik mengatakan kepada Ynet News bahwa pencurian tersebut termasuk di antara "kegagalan besar" tentara.
Dia menjelaskan, tidak semua pencurian dilaporkan dan beberapa mungkin tidak diketahui karena tentara tidak menghitung senjata yang dimilikinya atau tidak mengetahuinya.
"Semua yang dilaporkan oleh media adalah bocoran informasi tentang perampokan yang tidak dapat dicegah oleh tentara," ujar Brik.
Baca juga: Politico: Tuan Rumah KTT G20 Desak Barat Lunakkan Retorika Anti-Rusia
Dia menekankan tentara tidak ingin mengungkapkan rincian perampokan tersebut.
Dia menuduh tentara Israel tidak berbuat cukup untuk melindungi senjata karena kurangnya sumber daya manusia.
Menurut dia, pada tahun 2019, tentara menciptakan sistem penjagaan untuk pangkalan militernya, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Baca juga: Menlu Rusia Sergei Lavrov: AS Dorong Militerisasi Asia Tenggara
“Mereka menginvestasikan jutaan di gudang senjata, tetapi gudang ini ditinggalkan,” papar dia.
“Tentara Israel selama bertahun-tahun kewalahan dengan senjata yang dicuri dari pangkalannya di seluruh negeri, terutama di Negev,” ungkap laporan Jerusalem Post.
“Banyak senjata yang dicuri dalam beberapa tahun terakhir diambil oleh tentara bersama dengan kontraktor sipil yang bekerja di pangkalan itu,” papar surat kabar itu.
Pihak berwenang Israel khawatir senjata yang dicuri, yang meliputi senapan mesin, granat dan bahan peledak, dapat jatuh ke tangan organisasi kriminal atau perlawanan Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Mengomentari pencurian sekitar 70.000 peluru dan 70 granat dari pangkalan militer Israel di Tznobar di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Brik mengatakan kepada Ynet News bahwa pencurian tersebut termasuk di antara "kegagalan besar" tentara.
Dia menjelaskan, tidak semua pencurian dilaporkan dan beberapa mungkin tidak diketahui karena tentara tidak menghitung senjata yang dimilikinya atau tidak mengetahuinya.
"Semua yang dilaporkan oleh media adalah bocoran informasi tentang perampokan yang tidak dapat dicegah oleh tentara," ujar Brik.
Baca juga: Politico: Tuan Rumah KTT G20 Desak Barat Lunakkan Retorika Anti-Rusia
Dia menekankan tentara tidak ingin mengungkapkan rincian perampokan tersebut.
Dia menuduh tentara Israel tidak berbuat cukup untuk melindungi senjata karena kurangnya sumber daya manusia.
Menurut dia, pada tahun 2019, tentara menciptakan sistem penjagaan untuk pangkalan militernya, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Baca juga: Menlu Rusia Sergei Lavrov: AS Dorong Militerisasi Asia Tenggara
“Mereka menginvestasikan jutaan di gudang senjata, tetapi gudang ini ditinggalkan,” papar dia.
“Tentara Israel selama bertahun-tahun kewalahan dengan senjata yang dicuri dari pangkalannya di seluruh negeri, terutama di Negev,” ungkap laporan Jerusalem Post.
“Banyak senjata yang dicuri dalam beberapa tahun terakhir diambil oleh tentara bersama dengan kontraktor sipil yang bekerja di pangkalan itu,” papar surat kabar itu.
Pihak berwenang Israel khawatir senjata yang dicuri, yang meliputi senapan mesin, granat dan bahan peledak, dapat jatuh ke tangan organisasi kriminal atau perlawanan Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
(sya)
Lihat Juga :