Menlu Rusia Sergei Lavrov: AS Dorong Militerisasi Asia Tenggara
Senin, 14 November 2022 - 15:10 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) mendorong peningkatan militerisasi di Asia Tenggara.
Dia mengatakan pada Minggu (13/11/2022) bahwa Washington berusaha menahan pengaruh Beijing dan Moskow di wilayah tersebut.
Sergei Lavrov berbicara kepada wartawan di bandara Phnom Penh setelah menghadiri KTT Asia Timur di Kamboja dan sebelum terbang ke Bali untuk menghadiri KTT G20 di mana Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden akan bertemu.
Sebelumnya pada Minggu, Biden mengatakan dia akan membangun “garis merah” dengan Xi.
Baca juga: Jepang Siap Tampung Kapal Selam Nuklir Australia, Sebut Aliansi AUKUS Penting
Washington berusaha meningkatkan pengaruhnya di Asia Tenggara, khawatir dengan perilaku Beijing yang semakin tegas di kawasan itu.
China menganggap Asia Tenggara sebagai halaman belakang strategisnya.
Lavrov menuduh, “Amerika Serikat mendorong militerisasi wilayah ini, yang jelas ditujukan untuk menahan China dan membatasi kepentingan Rusia di wilayah tersebut.”
Dia mengatakan pada Minggu (13/11/2022) bahwa Washington berusaha menahan pengaruh Beijing dan Moskow di wilayah tersebut.
Sergei Lavrov berbicara kepada wartawan di bandara Phnom Penh setelah menghadiri KTT Asia Timur di Kamboja dan sebelum terbang ke Bali untuk menghadiri KTT G20 di mana Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden akan bertemu.
Sebelumnya pada Minggu, Biden mengatakan dia akan membangun “garis merah” dengan Xi.
Baca juga: Jepang Siap Tampung Kapal Selam Nuklir Australia, Sebut Aliansi AUKUS Penting
Washington berusaha meningkatkan pengaruhnya di Asia Tenggara, khawatir dengan perilaku Beijing yang semakin tegas di kawasan itu.
China menganggap Asia Tenggara sebagai halaman belakang strategisnya.
Lavrov menuduh, “Amerika Serikat mendorong militerisasi wilayah ini, yang jelas ditujukan untuk menahan China dan membatasi kepentingan Rusia di wilayah tersebut.”
Lihat Juga :