Mantan Presiden Medvedev: Rusia Berdiri Sendiri Melawan NATO

Minggu, 13 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
Mantan Presiden Medvedev:...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan Moskow berdiri sendiri dalam pertempurannya melawan blok militer NATO pimpinan Amerika Serikat (AS) dan mampu mengalahkan musuh-musuhnya sendiri.

“Rusia sendiri yang memerangi NATO dan dunia Barat,” tulis Medvedev di saluran Telegram pada Sabtu (12/11/2022).

Dia merupakan wakil ketua Dewan Keamanan Rusia dan pemimpin Partai Rusia Bersatu yang berkuasa.

“Kami mampu menghancurkan musuh yang kuat atau aliansi musuh sendirian,” ujar mantan presiden itu.

Baca juga: Inggris dan Uni Eropa Berupaya Isolasi Rusia di KTT G20 Bali

Dia menambahkan, selama kegiatan militernya, Moskow berupaya menyelamatkan nyawa para tentara dan warga sipilnya.

Medvedev menulis Rusia belum menggunakan persenjataan lengkapnya dan belum menyerang semua target musuh potensial. Dia menambahkan, "Ada waktu untuk segalanya."

“Rusia-lah yang hari ini membentuk tatanan dunia masa depan,” tegas mantan presiden itu.

Baca juga: Salah Ucap, Biden Sebut Kolombia Tuan Rumah KTT ASEAN

Dia menekankan, “Tatanan dunia baru yang adil ini akan terbentuk.”

Kata-kata Medvedev muncul di tengah meningkatnya ketergantungan Kiev pada militer dan bantuan keuangan Barat dalam konflik yang sedang berlangsung.

AS, bersama dengan Uni Eropa (UE) dan beberapa negara lain, memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia setelah Moskow melancarkan operasi militernya pada akhir Februari.

Kiev telah menerima bantuan militer besar-besaran dari Barat selama konflik. AS mengumumkan tambahan USD1,1 miliar untuk Ukraina pada bulan September.

Itu artinya, jumlah total bantuan militer untuk Ukraina menjadi hampir USD17 miliar sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada awal 2021.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Pada awal Oktober, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, serta Wilayah Zaporozhye dan Kherson, secara resmi menjadi bagian dari Rusia setelah referendum yang membuat mayoritas penduduk lokal memilih mendukung aksesi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved