Erdogan Ucapkan Selamat pada Netanyahu, Ingin Turki-Israel Tetap Mesra

Jum'at, 11 November 2022 - 09:32 WIB
loading...
Erdogan Ucapkan Selamat...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) mengucapkan selamat kepada Benjamin Netanyahu atas kemenangannya dalam pemilu Israel. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirim surat ucapan selamat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis. Dia ingin hubungan kedua negara tetap "mesra" dengan melanjutkan kerja sama yang telah terjalin.

Pemimpin Turki itu mengesampingkan ketegangan masa lalu antara kedua negara ketika Netanyahu menjadi perdana menteri saat itu. Erdogan di masa lalu mencitrakan diri sebagai pembela Palestina dan kerap melontarkan kecaman pada Israel.

“Saya mengucapkan selamat kepada Anda atas kemenangan Anda dalam pemilu dan percaya bahwa pemerintah baru akan melanjutkan kerja sama antara negara-negara di semua bidang, dengan cara yang akan membawa perdamaian dan stabilitas ke kawasan kami,” bunyi surat Erdogan, yang dibacakan seorang juru bicara Netanyahu, seperti dikutip Jerusalem Post, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Anggota Parlemen Zionis Berharap Politisi Arab Tinggalkan Israel Selamanya

Hubungan Israel-Turki mulai menurun pada tahun 2008, ketika Ehud Olmert menjadi perdana menteri.

Hubungan terus memburuk dan mencapai titik terendah di bawah kepemimpinan Netanyahu pada tahun 2010, setelah serangan Mavi Marmara, di mana pasukan komando Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menaiki kapal para aktivis yang bertujuan untuk memecahkan blokade Gaza.

Dalam pertikaian berikutnya, pasukan komando membunuh sembilan aktivis bersenjata dari sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Erdogan.

Netanyahu akhirnya meminta maaf kepada Erdogan, di bawah tekanan dari Washington, tetapi hubungan diplomatik tidak pulih sampai bulan lalu ketika Ankara dan Yerusalem mengatakan mereka akan bertukar duta besar.

Pemerintah Naftali Bennett-Yaird Lapid mengejar hubungan yang lebih baik dengan Turki setelah menerima tawaran dari Ankara, termasuk panggilan telepon ke Presiden Isaac Herzog, yang bertemu dengan Erdogan di istananya pada bulan Maret.

Lapid juga bertemu dengan Erdogan di Ankara, dan kedua negara bekerja sama erat untuk menggagalkan rencana "teroris" yang didukung Iran untuk menculik turis Israel di Istanbul tahun ini.

Erdogan pada pekan lalu mengatakan: "Kami berharap untuk mempertahankan hubungan dengan Israel secara berkelanjutan berdasarkan rasa saling menghormati kepekaan dan kepentingan bersama, tidak peduli bagaimana hasil pemilunya. Selama nilai-nilai dihormati, saya percaya diplomasi 'win-win' akan menguntungkan tidak hanya Turki dan Israel tetapi juga seluruh kawasan.”

Netanyahu juga berbicara dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, yang mengundangnya untuk mengunjungi Abu Dhabi.

Pemimpin Partai Likud itu berjanji kepada Mohammed bin Zayed bahwa hubungan antara negara mereka akan terus berkembang.

"Kami mencapai kesepakatan damai bersejarah bersama dan kami memiliki lebih banyak hal untuk dicapai demi kebaikan negara kami dan seluruh dunia," kata Netanyahu.

"Saya akan dengan senang hati mengunjungi Anda segera dan memajukan hubungan di antara kita, teman baik."

Netanyahu berusaha mengunjungi Abu Dhabi beberapa kali antara penandatanganan Perjanjian Abraham, normalisasi hubungan dengan UEA dan Bahrain, pada September 2020, dan ketika dia meninggalkan kantor pada Juni 2021. Namun, upayanya digagalkan berulang kali karena berbagai alasan, termasuk alasan politik atau diplomatik dan beberapa lainnya terkait pandemi COVID-19.

Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menelepon Netanyahu.

Netanyahu mengatakan kepada Scholz bahwa dia berencana untuk berdamai dengan lebih banyak negara Arab dan bahwa Jerman dapat memainkan peran penting dalam proses itu.

Dia juga menekankan bahwa nuklir Iran merupakan bahaya akut bagi Israel dan perdamaian dunia.

Tak hanya itu, Netanyahu juga berbicara dengan Perdana Menteri baru Italia Giorgia Meloni, yang menelepon untuk memberi selamat kepadanya. Mereka membahas kemungkinan pertemuan antara kabinet mereka dan dukungan Italia untuk Israel di forum internasional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved