Jet Siluman F-35 Israel Kawal Bomber B-52 AS Berkeliaran di Timur Tengah, Gertak Iran?
Jum'at, 11 November 2022 - 07:48 WIB
loading...
Pesawat pengebom B-52 Amerika Serikat berkeliaran di atas Timur Tengah. Manuver bomber Amerika ini dikawal jet tempur siluman F-35 Israel. Foto/CENTCOM
A
A
A
TEL AVIV - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan dua pesawat pengebom B-52H terbang di atas Timur Tengah dan melakukan misi Satuan Tugas Pengebom, menandakan kesiapannya untuk memenuhi tantangan apa pun dengan tegas. Manuver bomber Amerika itu dikawal sepasang jet tempur siluman F-35 Israel.
Dua pesawat B-52H Stratofortress dari Sayap Bom Ke-2 di Barksdale AFB, Louisiana, terintegrasi dengan 13 Angkatan Udara negara mitra, melakukan misi tersebut.
“Misi Satuan Tugas Pengebom (BTF) ini menunjukkan komitmen kami terhadap keamanan regional dan kemampuan kolektif mitra militer kami di kawasan itu,” kata Kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS Jenderal Erik Kurilla dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Baca juga: Jet Tempur F-35 Israel Bombardir Konvoi Rudal Iran di Suriah, 18 Tewas
Kurilla mengatakan CENTCOM bisa sangat cepat menempatkan sejumlah besar kekuatan tempur di udara bersama mitranya.
“Kami dapat melakukan hal yang sama di darat dan di laut untuk menghadapi tantangan apa pun dengan tegas," katanya.
Meskipun tidak menyebut Iran, manuver itu dipandang sebagai sinyal untuk Iran karena terus mengirim senjata ke Rusia, meningkatkan pengayaan uranium untuk senjata nuklir potensial, dan mendukung milisi di Timur Tengah.
Dua pesawat B-52H Stratofortress dari Sayap Bom Ke-2 di Barksdale AFB, Louisiana, terintegrasi dengan 13 Angkatan Udara negara mitra, melakukan misi tersebut.
“Misi Satuan Tugas Pengebom (BTF) ini menunjukkan komitmen kami terhadap keamanan regional dan kemampuan kolektif mitra militer kami di kawasan itu,” kata Kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS Jenderal Erik Kurilla dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Baca juga: Jet Tempur F-35 Israel Bombardir Konvoi Rudal Iran di Suriah, 18 Tewas
Kurilla mengatakan CENTCOM bisa sangat cepat menempatkan sejumlah besar kekuatan tempur di udara bersama mitranya.
“Kami dapat melakukan hal yang sama di darat dan di laut untuk menghadapi tantangan apa pun dengan tegas," katanya.
Meskipun tidak menyebut Iran, manuver itu dipandang sebagai sinyal untuk Iran karena terus mengirim senjata ke Rusia, meningkatkan pengayaan uranium untuk senjata nuklir potensial, dan mendukung milisi di Timur Tengah.
Lihat Juga :