AS Uji Coba Rudal Jelajah di Arktik, Sengaja Provokasi Rusia

Jum'at, 11 November 2022 - 07:40 WIB
loading...
AS Uji Coba Rudal Jelajah...
Amerika Serikat menguji coba rudal jelajah di atas Arktik sebagai langkah sengaja untuk memprovokasi Rusia. Foto/defense.gov
A A A
MOSKOW - Militer Amerika Serikat (AS) menguji sistem peluncuran rudal jelajah eksperimental di atas Lingkaran Arktik pada hari Rabu. Komandan yang bertanggung jawab atas tes itu menyebutnya sebagai langkah provokatif yang sengaja ditujukanpada Rusia .

Operasi tersebut termasuk menjatuhkan rudal jelajah jarak jauh dari pesawat angkut Operasi Khusus C-130, dengan parasut memperlambat penurunannya sampai motor roketnya meledakkannya ke arah sasaran.

Sistem penyebaran—disebut "Rapid Dragon" oleh militer—dikembangkan oleh Angkatan Udara AS, dan Rabu menandai demonstrasi pertamanya di Eropa.

Baca juga: Rusia Barter Uang Tunai Rp2 Triliun dan Rudal Barat dengan Drone Iran

Pemilihan Andoya Space Range Norwegia untuk peluncuran itu disengaja. Terletak sekitar dua derajat di utara Lingkaran Arktik, jangkauannya berada di ujung paling barat dari wilayah yang penting secara militer dan ekonomi bagi Rusia.

"Tes menempatkan benda ini dalam jangkauan Rusia. Kami sengaja mencoba untuk menjadi provokatif tanpa eskalasi,” kata pemimpin operasi Letnan Kolonel Lawrence Melnicoff kepada outlet militer AS, Stripes, yang dilansir Jumat (11/11/2022).

“Kami mencoba untuk mencegah agresi Rusia, [dan] perilaku ekspansionis, dengan menunjukkan peningkatan kemampuan sekutu [NATO].”

Sekitar 50% dari garis pantai Arktik adalah wilayah Rusia, dan Moskow secara teratur melatih pasukannya dalam peperangan di bawah nol.

Rusia menyimpan pesawat pengebom strategis di pangkalan di Semenanjung Kola, lebih dari 500 km di sebelah timur uji coba hari Rabu.

Moskow juga menguji coba rudal balistik antarbenua Yars yang berkemampuan nuklir di sebuah pelabuhan antariksa di Arkhangelsk, lebih jauh ke tenggara, pada bulan Oktober, dan melakukan latihan tembakan langsung dengan rudal anti-kapal di jangkauan terjauh timur lautnya sebulan sebelumnya.

Washington menganggap pengaruhnya di Arktik atau Kutub Utara terancam oleh Rusia.

Strategi Nasional sepuluh tahun AS untuk Arktik, yang diterbitkan bulan lalu, menganggap kerja sama dengan Moskow di kawasan kutub “hampir tidak mungkin”, dan menyerukan peningkatan kehadiran militer Amerika di atas Lingkaran Arktik.

Namun, awal tahun ini, menteri pengembangan Timur Jauh dan Arktik Rusia, Aleksey Chekunkov, mengatakan bahwa negara-negara Barat bermaksud mengubah Arktik menjadi medan perang lain, sedangkan bagi Rusia ini adalah ruang untuk kerja sama.

Berbicara kepada RIA Novosti pada bulan Juni, Chekunkov mengklaim bahwa upaya untuk membagi Arktik berbahaya dan picik, dan juga bertentangan dengan kepentingan keamanan global.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved