Inggris Telah Membekukan Lebih dari Rp321 Triliun Aset Rusia

Kamis, 10 November 2022 - 20:32 WIB
loading...
Inggris Telah Membekukan...
Inggris telah membekukan lebih dari Rp321 triliun aset Rusia. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris mengatakan pihaknya telah membekukan aset senilai lebih dari 18 miliar pound atau sekitar Rp321 triliun yang dimiliki oleh oligarki Rusia, individu dan bisnis lain yang dikenai sanksi atas invasi Moskow ke Ukraina.

Ini menjadikan Rusia sebagai negara yang paling terkena dampak dari sanksi Inggris, menggantikan Libya dan Iran.

"Rusia telah mengambil alih Libya dan Iran untuk menjadi negara yang paling terkena (dampak) sanksi Inggris," kata Kantor Penerapan Sanksi Keuangan (OFSI), bagian dari Kementerian Keuangan, dalam laporan tahunannya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2022).

Aset Rusia yang dibekukan adalah 6 miliar pound (Rp107 triliun) lebih banyak dari jumlah yang dilaporkan di semua rezim sanksi Inggris lainnya.

Miliarder Rusia Roman Abramovich dan pengusaha Mikhail Fridman termasuk di antara mereka yang dikenai sanksi tahun ini, bersama dengan Presiden Vladimir Putin, keluarga dan komandan militernya.

Aset yang dibekukan adalah kombinasi kepemilikan saham di perusahaan dan uang tunai yang disimpan di rekening bank. Itu tidak termasuk aset fisik seperti real estat, kapal pesiar, atau aset yang disimpan di Crown Dependencies seperti Guernsey dan Jersey.

Baca: Penyiar TV Rusia: Rudal Nuklir Bisa Hantam Inggris dalam 9 Menit, dan Goodbye London!

Pemerintah Inggris telah memberikan sanksi 95% dari ekspor Rusia ke negara itu dan semua impor minyak serta gas Rusia akan berhenti pada akhir tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved