Uang Tebusan Tidak Dibayar, Hacker Rilis Data Aborsi

Kamis, 10 November 2022 - 15:07 WIB
loading...
Uang Tebusan Tidak Dibayar,...
Hacker merilis data pelanggan perusahaan asuransi Australia, Medibank, setelah uang tebusan tidak dibayarkan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
CANBERRA - Peretas yang mencuri data pelanggan dari perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Australia, Medibank, merilis file aborsi. Ini dilakukan setelah Medibank menolak menyerahkan uang tebusan untuk data tersebut, langkah yang didukung oleh pemerintah Australia.

Pihak Medibank pun mengimbau masyarakat untuk tidak mencari file yang berisi nama pemegang polis dan bukan pasien.

CEO Medibank David Koczkaro memperingatkan bahwa rilis data dapat menghentikan orang mencari atensi medis. Pemutusan dapat terjadi karena berbagai alasan termasuk kehamilan yang tidak layak, keguguran, dan komplikasi.

"Ini adalah orang-orang nyata di balik data ini dan penyalahgunaan data mereka sangat disayangkan dan dapat membuat mereka enggan mencari perawatan medis," katanya seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/11/2022).

Data 9,7 juta pelanggan Medibank dicuri bulan lalu. Ini adalah yang terbaru dalam serangkaian pelanggaran data yang besar di perusahaan Australia dalam beberapa bulan terakhir.

Peretas minggu ini menerbitkan informasi tahap pertama mereka setelah Medibank menolak membayar uang tebusan USD10 juta atau Rp156 miliar - sekitar USD1 untuk setiap pelanggan.

Baca: Peretas Rusia Bocorkan Data 1.000 Perwira Intelijen Militer Ukraina

Beberapa warga Australia mengatakan mereka telah menjadi sasaran scammers setelah rincian medis mereka diposting secara online.

Mantan juara tenis Todd Woodbridge - yang baru pulih dari serangan jantung - mengatakan dia telah direcoki oleh telepon dari scammers yang tahu di rumah sakit mana dia berada.

"Saya pikir saya salah satu dari orang-orang yang telah ditipu oleh situasi Medibank, saya pelanggan mereka," katanya kepada stasiun radio Melbourne 3AW pada hari Rabu.

Dia dan yang lainnya telah mengkritik Medibank karena pelanggaran keamanan.

Awal pekan ini para peretas merilis satu set file detail pelanggan dengan nama "daftar bagus" dan "daftar nakal".

File-file itu termasuk data klaim kesehatan masyarakat - termasuk riwayat prosedur medis - serta nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor ID pemerintah.

Baca: Stasiun TV Iran Diretas, Hacker Tampilkan Foto Khamenei dengan Crosshair

Kemudian pada hari Kamis, para peretas di forum mereka menambahkan bahwa mereka juga telah: "menambahkan satu lagi file aborsi.csv...".

Medibank telah meminta maaf atas apa yang disebutnya sebagai "persenjataan berbahaya" dari informasi pribadi. Peretas mendapatkan informasi setelah detail login yang memungkinkan akses ke semua data pelanggannya dicuri.

Pemerintah Australia juga membela keputusan perusahaan untuk tidak membayar uang tebusan.

Keduanya telah memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak rilis informasi pelanggan. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa dia juga pelanggan Medibank.

Pada bulan September, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Australia, Optus, juga menjadi sasaran pemerasan, setelah data pribadi sekitar 10 juta pelanggan dicuri dalam apa yang disebut perusahaan sebagai serangan siber.

Beberapa warga Australia telah mengidentifikasi diri mereka terpengaruh oleh kedua serangan siber tersebut.

Media lokal melaporkan data Medibank yang dicuri telah diposting di blog yang ditautkan ke grup ransomware Rusia REvil.

Baca: Kisah Happy Hacker Bobol Triliunan dari Bank: Diklaim Disumbangkan ke Palestina, Padahal....
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Hacker Iran Bobol Sistem...
Hacker Iran Bobol Sistem Pembaca Tanki di SPBU AS
Rebranding, Asuransi...
Rebranding, Asuransi Inhealth Pastikan Layanan Tetap Optimal di Mitra Provider
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Slovenia Larang Pesawat...
Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  
Rekomendasi
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved