Sekjen PBB: Dunia Berada di Jalan Raya Menuju Neraka!

Selasa, 08 November 2022 - 06:22 WIB
loading...
Sekjen PBB: Dunia Berada...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Foto/REUTERS
A A A
KAIRO - Dunia harus memilih apakah akan mengurangi emisi atau mengutuk generasi mendatang menjadi bencana iklim.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan hal itu saat berbicara pada KTT COP27 di Mesir pada Senin (7/11/2022).

“Umat manusia memiliki pilihan: bekerja sama atau binasa,” ujar Guterres kepada delegasi yang berkumpul untuk membahas bagaimana memerangi perubahan di tengah konflik militer yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina serta meningkatnya inflasi global dan kekurangan energi.

Guterres bersikeras wilayah terkaya dan termiskin di dunia harus membentuk pakta untuk mempercepat transisi dari bahan bakar fosil.

Baca juga: Laksamana AS: Perang Ukraina Hanya Pemanasan, yang Besar Akan Segera Datang

Dia menyebut China dan Amerika Serikat (AS) sebagai dua negara yang memiliki “tanggung jawab khusus untuk bergabung dalam upaya mewujudkan pakta ini.”

Baik itu pakta solidaritas iklim atau pakta bunuh diri kolektif.

“Emisi gas rumah kaca terus meningkat. Suhu global terus meningkat. Dan planet kita dengan cepat mendekati titik kritis yang akan membuat kekacauan iklim tidak dapat diubah," ujar Guterres.

Dia menyatakan, "Kita berada di jalan raya menuju neraka iklim dengan kaki kita menginjak pedal gas."

Peringatan Sekjen PBB itu didukung mantan Wakil Presiden AS Al Gore, yang juga menekankan perlunya mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"Kita harus melihat apa yang disebut 'percepatan untuk gas' sebagaimana adanya: Suatu jalan cepat menuruni jembatan entah ke mana, meninggalkan negara-negara di dunia menghadapi kekacauan iklim dan miliaran aset yang terdampar, terutama di sini di Afrika," papar dia.

Guterres juga menunjukkan dunia harus mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 jika penandatangan perjanjian Iklim Paris 2015 ingin mencapai tujuan jangka panjang mereka untuk menjaga suhu global agar tidak naik lebih dari 1,5 derajat di atas tingkat pra-industri.

Pekan lalu, aktivis iklim remaja terkenal Greta Thunberg menyarankan memerangi perubahan iklim dengan menghilangkan kapitalisme, yang katanya didefinisikan oleh “kolonialisme, imperialisme, penindasan dan genosida oleh apa yang disebut global Utara.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved