Mengerikan, Vladimir Putin Isyaratkan 'Hiroshima-kan' Ukraina

Senin, 07 November 2022 - 07:57 WIB
loading...
Mengerikan, Vladimir...
Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan referensi serangan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki sebagai cara untuk memenangkan perang. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan referensi serangan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 sebagai cara untuk memenangkan perang.

Referensi mengerikan itu disampaikan dalam percakapan telepon terbaru dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Itu diungkap sumber-sumber diplomatik yang mengetahui percakapan kedua pemimpin tersebut kepada Mail Online, Minggu (6/11/2022). Dengan melontarkan referensi itu, Putin mengisyaratkan akan "Hiroshima-kan" Ukraina untuk memenangkan perang Rusia.

“Putin mengungkapkan pandangan bahwa pengeboman—yang memicu penyerahan Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II—menunjukkan bahwa ‘Anda tidak perlu menyerang kota-kota besar untuk menang,” kata sumber-sumber diplomatik tersebut.

Baca juga: AS Bakal Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, Ini Respons Indonesia

Pada tahun 1945, AS menjatuhkan bom atom pertama mereka di Hiroshima, Jepang. Tiga hari kemudian, AS menargetkan kota kedua Jepang, Nagasaki.

Bom atom pertama dijuluki sebagai "Little Boy" dan bom atom kedua dijuluki "Fat Man". Ratusan ribu orang tewas dalam serangan mengerikan tersebut.

Vladimir Putin—yang telah menghadapi kemunduran dalam invasi Rusia ke Ukraina—sering mengancam bahwa dia dapat menggunakan senjata nuklir taktis untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Macron jelas khawatir. Kedengarannya seperti petunjuk yang sangat berat bahwa Putin mungkin meledakkan senjata nuklir taktis di timur Ukraina, sambil membiarkan Kiev tetap utuh," lanjut sumber-sumber diplomatik yang dikutip Mail Online.

“Itu tampaknya menjadi dorongan dari sambutannya.”

Pemerintah Rusia maupun Prancis belum berkomentar atas laporan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia menuduh Ukraina merencanakan penggunaan bom yang dicampur dengan bahan radioaktif—yang populer dengan sebutan "bom kotor"—untuk kemudian dituduhkan pada Moskow.

Namun, Ukraina menolak tuduhan itu. Inspektur nuklir PBB juga tidak menemukan bukti aktivitas yang mendukung rencana penggunaan "bom kotor" di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa tuduhan rencana penggunaan "bom kotor" itu salah. "Rusia sering menuduh orang lain atas apa yang mereka rencanakan sendiri," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved