Militer Korsel: Korut Tembakkan 4 Rudal Balistik Jarak Pendek
Sabtu, 05 November 2022 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
Ini adalah pertama kalinya B-1B dikerahkan dalam latihan AS-Korsel sejak 2017. “Ini menunjukkan kemampuan pertahanan gabungan dan tekad Republik Korea dan AS untuk secara tegas menanggapi setiap provokasi dari Korut dan kemauan AS untuk menerapkan komitmen kuat untuk pencegahan yang diperpanjang," kata kepala gabungan itu dalam sebuah pernyataan.
Baca: Respons Latgab Korsel-AS, Korut Tembakkan Puluhan Rudal dan Ratusan Mortir
Pyongyang pada hari Jumat menuntut agar AS dan Korsel menghentikan latihan udara "provokatif". Korea Selatan mengatakan pihaknya mengerahkan pesawat tempur sebagai tanggapan atas 180 penerbangan militer Korut di dekat perbatasan bersama negara itu pada hari Jumat.
Pada hari Rabu, Korut mencatatkan rekor harian dengan menembakkan 23 rudal, dengan satu pendaratan di lepas pantai Korsel untuk pertama kalinya, setelah Pyongyang mengancam akan mengambil tindakan tegas kecuali Washington menghentikan latihan udara sekutu dengan Korsel.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam yang memperingatkan bahwa "provokasi berkelanjutan pasti akan diikuti oleh tindakan balasan yang berkelanjutan," kata media pemerintah KCNA.
Baca: Respons Latgab Korsel-AS, Korut Tembakkan Puluhan Rudal dan Ratusan Mortir
Pyongyang pada hari Jumat menuntut agar AS dan Korsel menghentikan latihan udara "provokatif". Korea Selatan mengatakan pihaknya mengerahkan pesawat tempur sebagai tanggapan atas 180 penerbangan militer Korut di dekat perbatasan bersama negara itu pada hari Jumat.
Pada hari Rabu, Korut mencatatkan rekor harian dengan menembakkan 23 rudal, dengan satu pendaratan di lepas pantai Korsel untuk pertama kalinya, setelah Pyongyang mengancam akan mengambil tindakan tegas kecuali Washington menghentikan latihan udara sekutu dengan Korsel.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam yang memperingatkan bahwa "provokasi berkelanjutan pasti akan diikuti oleh tindakan balasan yang berkelanjutan," kata media pemerintah KCNA.
(esn)
Lihat Juga :