Budidaya Opium Melonjak Sejak Taliban Ambil Alih Afghanistan

Rabu, 02 November 2022 - 14:00 WIB
loading...
A A A
“Pendapatan yang diperoleh petani dari penjualan opium lebih dari tiga kali lipat dari USD425 juta tahun lalu menjadi USD1,4 miliar pada tahun 2022. Angka terbaru mewakili 29% dari nilai tahun 2021 dari sektor pertanian negara itu,” ungkap laporan itu.

Badan tersebut mencatat, “Bagaimana pun, keuntungan yang lebih tinggi tidak serta merta meningkatkan daya beli petani. Lonjakan inflasi telah mendorong harga makanan naik sekitar 35%.”

Baca juga: Putin Perkuat Hubungan dengan Negara-negara Liga Arab

Menurut UNODC, sejak awal pemerintahan Taliban, perdagangan opiat dari Afghanistan telah berlangsung tanpa henti. Afghanistan memasok sekitar 80% konsumsi opiat global.

“Karena biasanya dibutuhkan antara satu tahun dan satu setengah tahun untuk opiat yang berasal dari Afghanistan untuk mencapai negara tujuan, setiap perubahan dalam kegiatan budidaya atau perdagangan di Afghanistan dapat dilihat dalam tahun yang sama di Timur Dekat dan Timur Tengah dan Barat Daya. Asia, dan setahun kemudian di Eropa,” ungkap badan PBB itu.

Dalam ramalannya tahun 2023, UNODC mengatakan petani Afghanistan akan membuat keputusan tentang budidaya opium berdasarkan berbagai faktor, termasuk gangguan ekonomi, krisis kemanusiaan, harga opium yang tinggi, serta “ketidakpastian tentang bagaimana otoritas de facto akan menegakkan aturan larangan budidaya tersebut.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved