Biden Ancam Pajak Baru untuk Akhiri Peraup Untung dari Perang

Selasa, 01 November 2022 - 15:48 WIB
loading...
A A A
“Rekor keuntungan perusahaan minyak hari ini bukan karena mereka melakukan sesuatu yang baru atau inovatif. Keuntungan mereka adalah rejeki nomplok perang, rejeki nomplok dari konflik brutal yang melanda Ukraina dan melukai puluhan juta orang di seluruh dunia,” ujar dia.

Biden menambahkan, “Mereka memiliki tanggung jawab untuk bertindak demi kepentingan konsumen mereka, komunitas mereka, dan negara mereka.”

“Jika tidak, mereka akan membayar pajak yang lebih tinggi atas kelebihan keuntungan mereka dan menghadapi batasan lainnya. Tim saya akan bekerja dengan Kongres untuk melihat opsi-opsi yang tersedia bagi kami ini… Sudah waktunya bagi perusahaan-perusahaan ini untuk menghentikan pencatutan perang,” tegas Biden.

Presiden melanjutkan dengan mencatat pendapatan signifikan yang dilaporkan tahun ini oleh raksasa minyak seperti Shell dan Exxon, dengan mantan perusahaan baru-baru ini mengumumkan laba USD9,5 miliar untuk kuartal ketiga tahun 2022, hampir dua kali lipat dari yang dihasilkan selama periode yang sama tahun lalu.

Exxon, sementara itu, mengatakan pihaknya menghasilkan laba USD18,7 miliar pada kuartal terakhir.

“Itu hampir tiga kali lipat dari apa yang dibuat Exxon tahun lalu dan yang terbesar dalam sejarah 152 tahun,” ujar Biden. "Itu tidak pernah menghasilkan banyak keuntungan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Media AS Ungkap Israel...
Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved