Dihujani 50 Rudal Rusia, Jaringan Listrik dan Air Ukraina Putus
Selasa, 01 November 2022 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Sevastopol di Crimea yang dicaplok Moskow telah menjadi sasaran beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir dan berfungsi sebagai markas armada dan pusat logistik untuk operasi Rusia di Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa melanjutkan ekspor biji-bijian tanpa partisipasi Rusia "hampir tidak layak".
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin bahwa mereka menginginkan "komitmen tambahan" dari Ukraina untuk tidak menggunakan koridor ekspor gandum untuk tujuan militer.
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina akan menjunjung tinggi komitmennya terhadap kesepakatan ekspor biji-bijian. Itu disampaikan setelah dia melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. "Kami siap untuk tetap menjadi penjamin keamanan pangan (global)," katanya.
Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengulangi tuduhan bahwa Ukraina menggunakan koridor gandum untuk serangan terhadap armada Laut Hitam Moskow.
Dia juga mengatakan bahwa Kiev telah membahayakan kapal-kapal sipil, dan menyerukannya untuk menjamin bahwa tidak akan ada ancaman terhadap keselamatan kapal-kapal sipil.
Meskipun keputusan Rusia untuk menangguhkan partisipasinya, setidaknya 10 kapal kargo sarat dengan biji-bijian dan produk pertanian lainnya meninggalkan pelabuhan Ukraina pada hari Senin. Itu terpantau dari situs lalu lintas laut.
"Kapal kargo sipil tidak bisa menjadi sasaran militer atau disandera. Makanan harus mengalir," kata Amir Abdulla, Koordinator PBB untuk Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, di Twitter.
Di tempat lain, di Wina, pengawas nuklir PBB; Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menegaskan telah memulai inspeksi di Ukraina sebagai bagian dari verifikasi independen atas tuduhan Rusia bahwa Kiev memproduksi apa yang disebut "bom kotor".
Kiev telah membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa Moskow sendiri yang mungkin menggunakan "bom kotor" dalam serangan "bendera palsu".
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa melanjutkan ekspor biji-bijian tanpa partisipasi Rusia "hampir tidak layak".
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin bahwa mereka menginginkan "komitmen tambahan" dari Ukraina untuk tidak menggunakan koridor ekspor gandum untuk tujuan militer.
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina akan menjunjung tinggi komitmennya terhadap kesepakatan ekspor biji-bijian. Itu disampaikan setelah dia melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. "Kami siap untuk tetap menjadi penjamin keamanan pangan (global)," katanya.
Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengulangi tuduhan bahwa Ukraina menggunakan koridor gandum untuk serangan terhadap armada Laut Hitam Moskow.
Dia juga mengatakan bahwa Kiev telah membahayakan kapal-kapal sipil, dan menyerukannya untuk menjamin bahwa tidak akan ada ancaman terhadap keselamatan kapal-kapal sipil.
Meskipun keputusan Rusia untuk menangguhkan partisipasinya, setidaknya 10 kapal kargo sarat dengan biji-bijian dan produk pertanian lainnya meninggalkan pelabuhan Ukraina pada hari Senin. Itu terpantau dari situs lalu lintas laut.
"Kapal kargo sipil tidak bisa menjadi sasaran militer atau disandera. Makanan harus mengalir," kata Amir Abdulla, Koordinator PBB untuk Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, di Twitter.
Di tempat lain, di Wina, pengawas nuklir PBB; Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menegaskan telah memulai inspeksi di Ukraina sebagai bagian dari verifikasi independen atas tuduhan Rusia bahwa Kiev memproduksi apa yang disebut "bom kotor".
Kiev telah membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa Moskow sendiri yang mungkin menggunakan "bom kotor" dalam serangan "bendera palsu".
(min)
Lihat Juga :