Wilayah Otonomi Muslim di Filipina Diterjang Badai, Puluhan Tewas
Selasa, 01 November 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
“Operasi pencarian sedang berlangsung. Sejauh ini lebih dari 60 mayat telah digali," kata Kepala Menteri BARMM Ahod "Al-Haj Murad" Ebrahim kepada Arab News.
Tanah longsor yang sarat dengan batu, pohon dan puing-puing dilaporkan mengubur puluhan rumah di desa Kusiong. Pihak berwenang mengkhawatirkan lebih banyak korban saat operasi penyelamatan berlanjut pada hari Senin.
Baca: 13 Tewas Saat Badai Menerjang Filipina Selatan
Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang terbang pada hari Senin di atas distrik-distrik yang terendam banjir untuk memeriksa kerusakan setelah Nalgae, mengatakan tidak perlu untuk menyatakan keadaan bencana nasional satu tahun. “Saya rasa itu tidak perlu,” kata Marcos saat jumpa pers.
“Saya sampai pada kesimpulan itu setelah berkonsultasi dengan DENR,” katanya, merujuk pada Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam. “Mereka bilang (kerusakan) tidak luas; itu sangat terlokalisasi,” lanjutnya.
Tanah longsor yang sarat dengan batu, pohon dan puing-puing dilaporkan mengubur puluhan rumah di desa Kusiong. Pihak berwenang mengkhawatirkan lebih banyak korban saat operasi penyelamatan berlanjut pada hari Senin.
Baca: 13 Tewas Saat Badai Menerjang Filipina Selatan
Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang terbang pada hari Senin di atas distrik-distrik yang terendam banjir untuk memeriksa kerusakan setelah Nalgae, mengatakan tidak perlu untuk menyatakan keadaan bencana nasional satu tahun. “Saya rasa itu tidak perlu,” kata Marcos saat jumpa pers.
“Saya sampai pada kesimpulan itu setelah berkonsultasi dengan DENR,” katanya, merujuk pada Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam. “Mereka bilang (kerusakan) tidak luas; itu sangat terlokalisasi,” lanjutnya.
Lihat Juga :