Kota-kota di Ukraina yang Sudah Dikuasai Rusia

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 09:51 WIB
loading...
Kota-kota di Ukraina...
Warga mengibarkan bendera Rusia di Luhansk. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Perang Rusia-Ukraina belum kunjung usai. Ambisi Rusia untuk merebut wilayah Ukraina cukup kuat. Hingga kini ada beberapa kota yang berhasil dikuasai Rusia.

Masih belum ada tanda perang akan berakhir, hal ini tidak menutup kemungkinan Rusia akan merebut lebih banyak lagi kota di Ukraina. Berikut beberapa kota di Ukraina yang sudah dikuasai Rusia.

1. Severodonetsk

Severodonetsk adalah kota di bagian timur Ukraina yang 80% wilayahnya sudah dikuasai Rusia. Penguasaan wilayah ini terjadi pada pertengahan tahun 2022.

Perebutan Severodonetsk berlangsung sengit hingga menghancurkan ketiga jembatan penghubung ke kota ini. Evakuasi penduduk pun dilakukan.

Sebelum perang, ada sekitar 100 ribu penduduk yang tinggal di wilayah ini, kini hanya tersisa 12 ribu orang saja.

Sebanyak 500 warga sipil lainnya berlindung di pabrik kimia Azot. Koridor kemanusiaan dibuka untuk mengevakuasi warga sipil di pabrik Azot.

2. Lysychansk, Luhansk

Ukraina mundur dari wilayah Lysychansk, kota besar yang dikuasai Kiev di bagian timur Luhansk pada Juli 2022. Wilayah timur negara Ukraina memang menjadi sasaran perebutan wilayah oleh Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ada risiko seluruh wilayah Luhansk diduduki oleh pasukan Rusia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu melaporkan pada Vladimir Putin bahwa Lysychansk dan permukiman di sekitarnya sudah di bawah kendali Rusia.

3. Kherson

Pada bulan Maret 2022, Rusia mengeklaim telah menguasai kota penting dan strategis Kherson di bagian selatan Ukraina.

Ambil alih itu dilakukan saat invasi Moskow ke Ukraina memasuki hari ketujuh. Divisi angkatan bersenjata Rusia telah mengambil kendali penuh dan menguasai pusat regional Kherson.

Namun Wali Kota Kherson Igor Nikolayev masih menyatakan kota tersebut masih bagian dari Ukraina.

4. Zaporizhzhia

Zaporizhzhia berada di bawah kuasa Rusia sejak Maret 2022 hingga Oktober. Zaporizhzhia adalah kota pembangkit nuklir terbesar di Eropa, yang memiliki enam reaktor.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi berupaya membangun zona keselamatan dan keamanan di sekitar wilayah itu.

Putin telah mengeluarkan dekrit untuk mengalihkan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia milik Ukraina ke dalam kontrol dan pengawasan Rusia.

Ukraina merespons hal tersebut sebagai upaya ilegal serta mengatakan keputusan presiden Rusia itu "batal demi hukum".

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved