Apa Itu Bom Kotor dan Mengapa Rusia Tuduh Ukraina Akan Menggunakannya?

Rabu, 26 Oktober 2022 - 00:10 WIB
loading...
A A A
Tidak. Menurut organisasi Dewan Hubungan Luar Negeri, pada tahun 1995, pemberontak Chechnya menanam tetapi gagal meledakkan satu di taman Moskow.

Ada laporan bahwa organisasi teroris seperti al-Qaeda atau ISIS telah membangun atau mencoba membuat bom kotor, tetapi tidak ada yang pernah diledakkan.

Apakah Bahan Nuklir dalam Bom Kotor Mematikan?

DHS mengatakan tidak mungkin bom kotor dapat memberikan dosis radiasi yang cukup tinggi untuk menyebabkan efek kesehatan langsung atau kematian pada sejumlah besar orang.

Departemen Layanan Kesehatan Negara Bagian Texas menjelaskan alasannya.

Menurutnya, untuk membuat bom kotor yang mampu memberikan dosis radiasi yang mematikan, sejumlah besar pelindung dari timah atau baja akan diperlukan untuk menjaga bahan tersebut agar tidak membunuh pembuatnya selama konstruksi.

Tetapi menggunakan bahan pelindung seperti itu akan membuat bom menjadi besar dan sulit untuk dipindahkan atau disebarkan, mungkin membutuhkan alat berat dan alat penanganan jarak jauh, dan itu akan membatasi seberapa jauh radiasi dapat menyebar.

Bagaimana dengan Paparan Radiasi?

Menurut Layanan Kesehatan Texas, radiasi yang dihasilkan oleh bom kotor akan menyebabkan tingkat paparan yang sama dengan jumlah yang diterima selama rontgen gigi.

“Ini seperti memecahkan batu. Jika seseorang melempar batu besar ke arah Anda, itu mungkin akan menyakitkan dan dapat menyebabkan kerusakan fisik,” jelas layanan tersebut.

"Jika mereka mengambil batu yang sama dan memecahnya menjadi butiran pasir dan kemudian mereka melemparkan pasir ke arah Anda, kemungkinan itu menyebabkan Anda mengalami kerusakan nyata secara signifikan lebih rendah.”

Menurut DHS, tingkat keparahan penyakit radiasi dipengaruhi oleh paparan dari waktu ke waktu. Tindakan pencegahan bisa sesederhana berjalan kaki.

"Berjalan bahkan dalam jarak pendek dari tempat kejadian (ledakan) dapat memberikan perlindungan yang signifikan karena tingkat dosis turun secara dramatis dengan jarak dari sumbernya," kata DHS.

DHS mengatakan orang-orang juga harus menutup hidung dan mulut untuk menghindari tertelan radiasi apapun, masuk ke dalam ruangan untuk menghindari awan debu, membuang pakaian mereka ke dalam kantong plastik dan kemudian dengan lembut mencuci kulit mereka untuk menghilangkan kontaminan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved