Terobosan Besar, Iran akan Pasok Turbin Gas ke Rusia
Senin, 24 Oktober 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Awal tahun ini, raksasa energi negara Gazprom harus secara bertahap mengurangi pengiriman gas ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 karena masalah teknis terkait dengan servis turbin.
“Masalah muncul karena sanksi terhadap Rusia yang telah mencegah pemeliharaan beberapa peralatan dan pengiriman suku cadang,” ungkap perusahaan itu.
Salah satu turbin yang awalnya dipasok ke Rusia oleh perusahaan Jerman Siemens, menjadi macet di Kanada karena kebijakan sanksi Ottawa. Turbin itu telah dikirim ke Kanada untuk pemeliharaan.
Berlin akhirnya berhasil mendapatkannya kembali tetapi tidak pernah dikirim dari Jerman ke Rusia.
Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang belum diluncurkan karena oposisi Berlin, saat ini tidak beroperasi karena kebocoran pada kedua pipa karena serangkaian ledakan bawah laut, yang diyakini banyak negara sebagai tindakan sabotase.
Sementara itu, Rusia memperluas kerja sama ekonominya dengan Iran. Pada akhir September, kementerian perminyakan Iran mengumumkan rencana membeli sembilan juta meter kubik gas per hari dari Rusia melalui Azerbaijan untuk kebutuhannya.
Jumlah tersebut tambahan enam juta meter kubik gas per hari. Langkah itu sebagai bagian dari perjanjian pertukaran yang akan melihat gas yang diekspor ke negara lain dari terminal gas alam cair (LNG) Iran.
“Masalah muncul karena sanksi terhadap Rusia yang telah mencegah pemeliharaan beberapa peralatan dan pengiriman suku cadang,” ungkap perusahaan itu.
Salah satu turbin yang awalnya dipasok ke Rusia oleh perusahaan Jerman Siemens, menjadi macet di Kanada karena kebijakan sanksi Ottawa. Turbin itu telah dikirim ke Kanada untuk pemeliharaan.
Berlin akhirnya berhasil mendapatkannya kembali tetapi tidak pernah dikirim dari Jerman ke Rusia.
Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang belum diluncurkan karena oposisi Berlin, saat ini tidak beroperasi karena kebocoran pada kedua pipa karena serangkaian ledakan bawah laut, yang diyakini banyak negara sebagai tindakan sabotase.
Sementara itu, Rusia memperluas kerja sama ekonominya dengan Iran. Pada akhir September, kementerian perminyakan Iran mengumumkan rencana membeli sembilan juta meter kubik gas per hari dari Rusia melalui Azerbaijan untuk kebutuhannya.
Jumlah tersebut tambahan enam juta meter kubik gas per hari. Langkah itu sebagai bagian dari perjanjian pertukaran yang akan melihat gas yang diekspor ke negara lain dari terminal gas alam cair (LNG) Iran.
Lihat Juga :