Kuburan Massal Korban Nazi di 'Hutan Kematian' Polandia

Rabu, 19 Oktober 2022 - 00:46 WIB
loading...
Kuburan Massal Korban...
Peneliti temukan kuburan massal korban Nazi di Hutan Kematian Polandia. Foto/Daily Mail
A A A
WARSAWA - Sebuah kuburan massal berisi sisa-sisa kerangka 11 orang yang disiksa dan dieksekusi oleh Nazi selama Perang Dunia II telah ditemukan di 'hutan kematian' Polandia.

Penemuan mengerikan di dekat kota Jedwabne dilakukan oleh para peneliti yang mencari sisa-sisa ayah dan anak yang diduga ditembak dan dikubur di hutan pada tahun 1943.

Sebaliknya, para peneliti menemukan kuburan berisi sisa-sisa 11 orang Polandia dengan tangan terikat di belakang dan tanda-tanda penyiksaan.

Para peneliti mengatakan mereka sekarang berharap untuk menemukan 'lebih banyak lagi'.

Kuburan massal di utara Polandia itu juga berisi selongsong peluru dari Mauser Jerman, senjata yang banyak digunakan oleh semua cabang militer Hitler.

"Kami datang ke Hutan Przestrzelski dekat Jedwabne berharap menemukan ayah dan anak yang telah dibunuh, tetapi ternyata itu adalah kuburan massal," kata Marcin Sochon dari kelompok eksplorasi sejarah Wizna 1939 seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/10/2022).

Baca: Mengapa Palestina Bersedia Menerima Pengungsi Yahudi yang Diusir Adolf Hitler? Ini Jawabannya

Antropolog Urszula Okularczyk menambahkan: "Penataan tangan menunjukkan bahwa para korban diikat sebelum mereka meninggal, tangan diikat ke belakang, mayat dilempar tanpa perawatan, dengan tidak hormat, dan jatuh satu di atas yang lain."

"Anda juga dapat melihat bahwa tengkorak dihancurkan oleh tembakan, sebagaimana dibuktikan oleh garis konsentris dan lubang khusus untuk bukaan masuk dan keluar," sambungnya.

"Kami belum dapat mengatakan apakah ada mayat lagi di bawah kerangka yang ditemukan ini. Hal ini mungkin," ujarnya.

"Banyak korban mengalami retak tengkorak dan tulang rahang," ungkapnya.

Daerah itu dijuluki 'hutan kematian' oleh penduduk setempat karena jumlah pembunuhan Nazi yang diyakini telah dilakukan di sana.

Di sinilah polisi Jerman yang berbasis di Jedwabne menyiksa dan membunuh korbannya.

Baca: Arloji Emas Adolf Hitler yang Dicuri Dijual Rp16 Miliar

"Hutan itu terletak sedikit di antah berantah, di antara desa-desa, jadi mudah untuk membawa orang-orang ini ke sana dan membunuh mereka dengan cara yang kejam," kata Wali Kota Jedwabne Adam Niebrzydowski.

Temuan suram itu terjadi hanya beberapa bulan setelah mayat empat korban Nazi lainnya ditemukan di hutan.

Diidentifikasi sebagai dua pasangan yang telah menikah, mereka dibunuh karena membantu gerakan perlawanan bawah tanah Polandia.

Jedwabne menjadi terkenal setelah penerbitan sebuah buku oleh sejarawan Jan Gross yang menuduh orang Polandia membunuh massal orang-orang Yahudi di kota itu dalam pogrom tahun 1941.

Penyelidikan oleh Institut Peringatan Nasional Polandia menyimpulkan bahwa mereka yang terlibat telah dipaksa masuk ke dalamnya oleh polisi lokal Jerman dan Gestapo.

"Gestapo, yang bermarkas di alun-alun pasar di Jedwabne, menangkap orang Polandia yang membantu atau tidak bersalah, atau ada kecaman terhadap mereka. Mereka menembak mereka," ujar Arkeolog Ryszard Cędrowski.

Baca: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?

Sekarang para peneliti ingin mencoba dan mengidentifikasi para korban dalam penemuan terbaru mereka.

"Saya ingin mengimbau penduduk Jedwabne dan daerah sekitarnya, kepada keluarga yang mengetahui bahwa kerabat mereka dibunuh, untuk melaporkan dan memberikan sampel untuk pengujian genetik," imbau Dariusz Szymanski.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved