Sejarah Pembuatan Jembatan Crimea, Jembatan yang Dibom Ukraina Baru-baru Ini

Minggu, 16 Oktober 2022 - 21:25 WIB
loading...
A A A
Menurut pejabat Rusia, ledakan itu disebabkan oleh sebuah truk yang meledak saat melintasi jembatan, dan menewaskan tiga orang korban. Tetapi, Presiden Vladimir putin telah mencap ledakan itu terjadi akibat serangan teroris yang diatur oleh dinas keamanan Ukraina dan pada hari Senin ia memerintahkan gelombang serangan balasan di kota-kota Ukraina termasuk ibukota Kiev. Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas ledakan di jembatan itu tetapi sudah merayakannya.

Baca: Dituding Jadi Dalang Ledakan Jembatan Crimea, Ukraina: Omong Kosong!

Jembatan krimea memiliki panjang sekitar 19 km atau 12 mil di atas Selat Kerch merupakan satu-satunya penghubung langsung antara jaringan transportasi Rusia dan semenanjung Krimea, yang mencaplok Moskow dari Ukraina pada 24 Februari, mengirim pasukan dari Krimea untuk merebut sebagian besar wilayah Kherson di Selatan Ukraina dan beberapa provinsi Zaporizhzhia yang bersebelahan.

Jembatan ini merupakan proyek unggulan bagi Presiden Vladimir Putin, yang membukanya sendiri untuk lalu lintas jalan raya dengan sangat meriah dengan mengendarai truk melintasinya pada tahun 2018.

Jembatan Krimea menggabungkan jalan raya dan kereta api yang terpisah, keduanya dibatasi oleh tiang beton, yang memberi jalan bagi bentang yang lebih lebar yang dipegang oleh lengkungan baja pada titik dimana kapal melewati antara Laut Hitam dan Laut Azov yang lebih kecil.

Karena terjadinya ledakan dahsyat di Jembatan Krimea ini, Badan Intelijen Domestik Rusia mengumumkan penangkapan delapan orang pada Rabu sehubung dengan dengan pemboman akhir pekan di Jembatan yang menghubungkan Rusia ke Semenanjung Krimea. Lima diantaranya merupakan warga negara Rusia, menurut badan tersebut, FSB, dan yang lainnya adalah Ukraina dan Armenia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved