Perusahaan Uni Eropa Boleh Melarang Jilbab di Tempat Kerja
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam putusannya, CJEU menjunjung tinggi kebijakan perusahaan Belgia, mengakui bahwa tidak ada diskriminasi langsung dalam larangan tersebut.
"Aturan internal dari suatu usaha yang melarang pemakaian tanda-tanda agama, filosofis atau spiritual yang terlihat, bukan merupakan diskriminasi langsung jika diterapkan pada semua pekerja secara umum dan tidak berbeda," tulis pernyataan pengadilan dalam siaran pers.
Baca juga: Kapal Selam Rusia Muncul di Lepas Pantai Prancis, Ketahuan Sedang Apa?
Keputusan CJEU muncul setelah tahun lalu mengumumkan bahwa perusahaan UE dapat memberlakukan larangan jilbab atau jenis penutup kepala lainnya selama kebijakan tersebut dapat “dibenarkan oleh kebutuhan perusahaan untuk menghadirkan citra netral terhadap pelanggan atau untuk mencegah perilaku perselisihan sosial.”
Isu mengizinkan penutup kepala atau wajah oleh umat Islam di tempat kerja atau di tempat umum telah sangat diperdebatkan di seluruh Uni Eropa selama bertahun-tahun dan telah menjadi pusat perdebatan tentang integrasi Muslim ke dalam komunitas Eropa.
"Aturan internal dari suatu usaha yang melarang pemakaian tanda-tanda agama, filosofis atau spiritual yang terlihat, bukan merupakan diskriminasi langsung jika diterapkan pada semua pekerja secara umum dan tidak berbeda," tulis pernyataan pengadilan dalam siaran pers.
Baca juga: Kapal Selam Rusia Muncul di Lepas Pantai Prancis, Ketahuan Sedang Apa?
Keputusan CJEU muncul setelah tahun lalu mengumumkan bahwa perusahaan UE dapat memberlakukan larangan jilbab atau jenis penutup kepala lainnya selama kebijakan tersebut dapat “dibenarkan oleh kebutuhan perusahaan untuk menghadirkan citra netral terhadap pelanggan atau untuk mencegah perilaku perselisihan sosial.”
Isu mengizinkan penutup kepala atau wajah oleh umat Islam di tempat kerja atau di tempat umum telah sangat diperdebatkan di seluruh Uni Eropa selama bertahun-tahun dan telah menjadi pusat perdebatan tentang integrasi Muslim ke dalam komunitas Eropa.
Lihat Juga :