Iran Diguncang Demonstrasi, Raisi Tuding AS Jalankan 'Kebijakan Destabilisasi'

Kamis, 13 Oktober 2022 - 21:10 WIB
loading...
Iran Diguncang Demonstrasi,...
Aksi demonstrasi kematian Mahsa Amini terus berlangsung di Iran, Presiden Ebrahim Raisi menuding AS memainkan kebijakan destabilisasi. Foto/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Ebrahim Raisi menuduh Amerika Serikat (AS) menggunakan “kebijakan destabilisasi” terhadap negaranya yang dicengkeram oleh aksi protes atas kematian Mahsa Amini.

Gelombang kerusuhan telah mengguncang Iran sejak perempuan berusia 22 tahun, seorang warga Iran keturunan Kurdi, meninggal pada 16 September. Amini meninggal setelah penangkapannya oleh polisi moral di Teheran karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ketat untuk wanita negara itu.

Kekerasan jalanan telah menyebabkan puluhan kematian. Meski sebagian besar korban adalah pengunjuk rasa, tetapi anggota pasukan keamanan juga tidak luput. Ratusan juga telah ditangkap.

“Menyusul kegagalan Amerika dalam militerisasi dan sanksi, Washington dan sekutunya telah menggunakan kebijakan destabilisasi yang gagal,” kata Raisi pada pertemuan puncak di Kazakhstan.

Baca: Korban Tewas Demonstrasi di Iran Lebih dari 108 Orang

"Iran telah membatalkan opsi militer Amerika dan memberikan kekalahan memalukan terhadap kebijakan sanksi dan tekanan maksimum," ia menambahkan, seperti dikutip Al Arabiya dari kantor presiden Iran, Kamis (13/10/2022).

Washington telah memberlakukan serangkaian sanksi yang melumpuhkan terhadap Teheran sejak 2018 ketika presiden AS saat itu Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.

“Apa yang menyebabkan keberhasilan rakyat Iran dan ketakutan kekuatan yang mendominasi adalah perhatian bangsa untuk kemajuan berdasarkan kekuatan batinnya,” ujar Raisi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menuduh musuh bebuyutan negara itu yaitu AS dan Israel mengobarkan “kerusuhan.”

“Hari ini, semua orang mengkonfirmasi keterlibatan musuh dalam kerusuhan jalanan ini,” kata Khamenei pada hari Rabu kemarin.

Baca: Demo Mahsa Amini, Putri Mantan Presiden Iran Didakwa dengan Aktivitas Propaganda

“Tindakan musuh, seperti propaganda, mencoba mempengaruhi pikiran, menciptakan kegembiraan, mendorong dan bahkan mengajarkan pembuatan bahan pembakar, sekarang benar-benar jelas,” tambahnya.

Amerika Serikat pekan lalu menjatuhkan sanksi pada tujuh pejabat Iran karena peran mereka dalam “penindasan” aksi protes.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan terus meminta pertanggungjawaban pejabat Iran dan mendukung hak-hak rakyat Iran untuk memprotes secara bebas.

Iran menuduh pemimpin AS itu "munafik" dalam menyerukan hak asasi manusia untuk memberlakukan langkah-langkah baru.

Baca: Ibu Ini Bunuh Diri usai Aparat Iran Pukuli Putrinya Hingga Tewas

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved