PBB: Krisis Global Sebabkan Kelaparan di Seluruh Afrika
Rabu, 12 Oktober 2022 - 14:15 WIB
loading...
PBB: Krisis Global Sebabkan Kelaparan di Seluruh Afrika. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah memperingatkan bahwa negara-negara Afrika menghadapi masalah kekurangan pangan sebagai akibat dari krisis global. Ini membuat upaya bertahun-tahun memberantas kelaparan menjadi sia-sia.
FAO mengatakan, krisis keuangan dan kekurangan biji-bijian yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, perubahan iklim dan konflik internal, semuanya memainkan peran dalam menciptakan ketidakstabilan pangan yang serius bagi jutaan orang.
Baca: PBB: 6 Juta Warga Afghanistan Hadapi Ancaman Kelaparan
Empat puluh empat persen gandum Afrika diimpor dari Ukraina dan Rusia, sebelum perang pecah di bulan Februari. Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Tanduk Afrika, yang telah mengalami kegagalan musim hujan selama lima tahun berturut-turut.
Somalia, yang sudah lama dilanda perang, adalah yang paling parah terkena dampaknya, bersama dengan negara tetangga Ethiopia dan Kenya.
“Saya tidak ragu bahwa kita melihat kelaparan di Somalia dan ini adalah yang pertama. Saya khawatir, lebih banyak yang akan diumumkan di tanduk Afrika,” kata Wasekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat, Martin Griffiths, seperti dikutip dari Arab News.
Somalia, Ethiopia dan Kenya saat ini memiliki total 36,1 juta orang yang menderita akibat kekeringan, menurut Action Against Hunger, dan menghadapi “ledakan kebutuhan.” PBB percaya sebanyak 310 juta orang di seluruh benua kemungkinan akan menderita kelaparan pada akhir dekade ini – naik dari 278 juta, atau hampir 20 persen dari total Afrika, tahun lalu.
FAO mengatakan, krisis keuangan dan kekurangan biji-bijian yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, perubahan iklim dan konflik internal, semuanya memainkan peran dalam menciptakan ketidakstabilan pangan yang serius bagi jutaan orang.
Baca: PBB: 6 Juta Warga Afghanistan Hadapi Ancaman Kelaparan
Empat puluh empat persen gandum Afrika diimpor dari Ukraina dan Rusia, sebelum perang pecah di bulan Februari. Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Tanduk Afrika, yang telah mengalami kegagalan musim hujan selama lima tahun berturut-turut.
Somalia, yang sudah lama dilanda perang, adalah yang paling parah terkena dampaknya, bersama dengan negara tetangga Ethiopia dan Kenya.
“Saya tidak ragu bahwa kita melihat kelaparan di Somalia dan ini adalah yang pertama. Saya khawatir, lebih banyak yang akan diumumkan di tanduk Afrika,” kata Wasekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat, Martin Griffiths, seperti dikutip dari Arab News.
Somalia, Ethiopia dan Kenya saat ini memiliki total 36,1 juta orang yang menderita akibat kekeringan, menurut Action Against Hunger, dan menghadapi “ledakan kebutuhan.” PBB percaya sebanyak 310 juta orang di seluruh benua kemungkinan akan menderita kelaparan pada akhir dekade ini – naik dari 278 juta, atau hampir 20 persen dari total Afrika, tahun lalu.
Lihat Juga :