Iran Kirim Tank dan Jet Tempur ke Wilayah Kurdistan untuk Redakan Aksi Protes

Rabu, 12 Oktober 2022 - 10:00 WIB
loading...
Iran Kirim Tank dan...
Iran Kirim Tank dan Jet Tempur ke Wilayah Kurdistan untuk Redakan Aksi Protes. FOTO/PMF
A A A
TEHERAN - Kepala keamanan Iran pada Selasa (11/10/2022) mengerahkan tank, pesawat tempur dan bus pasukan khusus ke kota Sanandaj di provinsi Kurdistan . Pengerahan ini dilakukan karena sudah lebih dari tiga minggu aksi protes tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kurdistan adalah provinsi asal Mahsa Amini (22), yang kematiannya dalam tahanan Polisi Moral Iran memicu gelombang demonstrasi nasional. Lebih dari 200 orang telah tewas dalam tanggapan brutal Iran terhadap protes tersebut.

Baca: Jurnalis Iran yang Ungkap Kematian Mahsa Amini Ditangkap Polisi

Seperti dilaporkan Arab News, aksi protes telah sangat intens di Sanandaj, di mana kelompok-kelompok hak asasi manusia takut akan banyak korban dan menuduh pihak berwenang melakukan penembakan di lingkungan sekitar.

Kelompok hak asasi Hengaw yang berbasis di Norwegia mengatakan, sebuah pesawat tempur Iran telah tiba di bandara di Sanandaj, dan bus yang membawa pasukan khusus sedang dalam perjalanan ke kota.

Amnesty International mengatakan pihaknya "khawatir dengan tindakan keras terhadap protes di Sanandaj di tengah laporan pasukan keamanan menggunakan senjata api dan menembakkan gas air mata tanpa pandang bulu, termasuk ke rumah-rumah penduduk."

Sementara Pusat Hak Asasi Manusia di Iran mengatakan ada risiko situasi serupa di provinsi Sistan-Baluchistan di tenggara, di mana para aktivis mengatakan lebih dari 90 orang telah tewas sejak 30 September.

Baca: Dukung Demonstran Iran, Penyiar Wanita India Potong Rambut saat Siarang Langsung

“Pembunuhan kejam terhadap warga sipil oleh pasukan keamanan di provinsi Kurdistan, setelah pembantaian di provinsi Sistan-Baluchistan, kemungkinan besar merupakan awal dari kekerasan negara yang parah yang akan datang,” kata direkturnya Hadi Ghaemi.

Di antara mereka yang ditangkap dalam tindakan keras keamanan adalah putri mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Faezeh Hashemi, 59, mantan anggota parlemen dan aktivis hak-hak perempuan.

Ia ditahan di Teheran pada 27 September karena menghasut warga untuk ambil bagian dalam demonstrasi. Otoritas kehakiman mengatakan dia telah didakwa dengan "kolusi, gangguan ketertiban umum, dan propaganda melawan republik Islam."
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved