Jurnalis Iran yang Ungkap Kematian Mahsa Amini Ditangkap Polisi
Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:25 WIB
loading...
Jurnalis Iran yang Ungkap Kematian Mahsa Amini Ditangkap Polisi. FOTO/Twitter
A
A
A
TEHERAN - Niloofar Hamedi, seorang jurnalis wanita Iran yang mengkhususkan diri dalam hak-hak perempuan, menjadi orang pertama yang mengungkapkan kasus kematian wanita Kurdi Iran, Mahsa Amini (22).
Ia mengambil foto orang tua Mahsa Amini saling berpelukan di rumah sakit Teheran, di mana putri mereka terbaring koma. Foto yang diposting Hamedi di Twitter pada 16 September, adalah tanda pertama kepada dunia bahwa semuanya tidak baik-baik saja.
Baca: Demo Mahsa Amini, Putri Mantan Presiden Iran Didakwa dengan Aktivitas Propaganda
Amini, yang telah ditahan tiga hari sebelumnya oleh Polisi Moral Iran karena pakaian yang mereka anggap tidak pantas, akhirnya tewas di tahanan. Kematian Amini memicu gelombang protes massal di seluruh Iran yang berlanjut hampir tiga minggu kemudian di berbagai bagian negara itu, meskipun ada tindakan keras pemerintah.
Foto orang tua Amini juga merupakan salah satu hal terakhir yang Hamedi bisa publikasikan, sebelum akhirnya ia ditangkap beberapa hari kemudian. Hamedi diketahui bekerja untuk harian pro-reformasi Sharq. Saat ini, akun Twitter Hamedi juga diblokir.
“Pagi ini, agen intelijen menggerebek rumah klien saya Niloofar Hamedi, menangkapnya, menggeledah rumahnya, dan menyita barang-barangnya,” kicau pengacara Hamedi, Mohammed Ali Kamfirouzi pada 22 September. “Hamedi belum didakwa dan ditahan di sel isolasi di Penjara Evin Iran,” lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Organisasi Kedokteran Forensik Iran: Mahsa Amini Meninggal karena Sakit
Ia mengambil foto orang tua Mahsa Amini saling berpelukan di rumah sakit Teheran, di mana putri mereka terbaring koma. Foto yang diposting Hamedi di Twitter pada 16 September, adalah tanda pertama kepada dunia bahwa semuanya tidak baik-baik saja.
Baca: Demo Mahsa Amini, Putri Mantan Presiden Iran Didakwa dengan Aktivitas Propaganda
Amini, yang telah ditahan tiga hari sebelumnya oleh Polisi Moral Iran karena pakaian yang mereka anggap tidak pantas, akhirnya tewas di tahanan. Kematian Amini memicu gelombang protes massal di seluruh Iran yang berlanjut hampir tiga minggu kemudian di berbagai bagian negara itu, meskipun ada tindakan keras pemerintah.
Foto orang tua Amini juga merupakan salah satu hal terakhir yang Hamedi bisa publikasikan, sebelum akhirnya ia ditangkap beberapa hari kemudian. Hamedi diketahui bekerja untuk harian pro-reformasi Sharq. Saat ini, akun Twitter Hamedi juga diblokir.
“Pagi ini, agen intelijen menggerebek rumah klien saya Niloofar Hamedi, menangkapnya, menggeledah rumahnya, dan menyita barang-barangnya,” kicau pengacara Hamedi, Mohammed Ali Kamfirouzi pada 22 September. “Hamedi belum didakwa dan ditahan di sel isolasi di Penjara Evin Iran,” lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Organisasi Kedokteran Forensik Iran: Mahsa Amini Meninggal karena Sakit
Lihat Juga :