Protes Megaproyek NEOM-nya Mohammed bin Salman, Pria Arab Saudi Dihukum Mati
Rabu, 12 Oktober 2022 - 02:03 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kelompok HAM tersebut, Ataullah al-Howeiti telah terlihat di beberapa klip video berbicara tentang kesengsaraan keluarganya dan semua warga terlantar lainnya yang juga menghadapi penggusuran.
"Hukuman mengejutkan ini sekali lagi menunjukkan ketidakpedulian pihak berwenang Saudi terhadap HAM, dan tindakan kejam yang siap mereka ambil untuk menghukum anggota suku Howeitat karena secara sah memprotes pengusiran paksa dari rumah mereka," kata Abdullah Aljuraywi dari ALQST.
Middle East Eye, dalam laporannya yang dikutip Selasa (11/10/2022), telah meminta komentar dari pemerintah Arab Saudi. Namun, pemerintah belum memberikan komentar.
Hukuman mereka dijatuhkan ketika suku Howeitat telah melaporkan eskalasi dalam kampanye oleh pihak berwenang untuk mengusir mereka dari tanah mereka untuk proyek unggulan, termasuk pemotongan layanan air dan listrik mereka, dan penggunaan drone pengintai.
Dua anggota suku Howeitat lainnya—Abdulilah al-Howeiti dan Abdullah Dukhail al-Howeiti—dijatuhi hukuman penjara 50 tahun dan larangan bepergian 50 tahun pada Agustus karena mendukung penolakan keluarga mereka untuk diusir dari rumah mereka di provinsi Tabuk.
Tiga pria yang ALQST laporkan dijatuhi hukuman mati adalah sepupu Alya al-Howeiti, anggota suku yang berbasis di Inggris yang memimpin kampanye Justice for Neom Victims dan pendiri Liga Oposisi Independen Arab yang baru-baru ini diluncurkan.
Alya al-Howeiti, yang tidak bisa mengonfirmasi hukuman itu, mengatakan kepada Middle East Eye pada hari Senin bahwa para pria itu berusia 30-an dan 40-an tahun.
"Hukuman mengejutkan ini sekali lagi menunjukkan ketidakpedulian pihak berwenang Saudi terhadap HAM, dan tindakan kejam yang siap mereka ambil untuk menghukum anggota suku Howeitat karena secara sah memprotes pengusiran paksa dari rumah mereka," kata Abdullah Aljuraywi dari ALQST.
Middle East Eye, dalam laporannya yang dikutip Selasa (11/10/2022), telah meminta komentar dari pemerintah Arab Saudi. Namun, pemerintah belum memberikan komentar.
Hukuman mereka dijatuhkan ketika suku Howeitat telah melaporkan eskalasi dalam kampanye oleh pihak berwenang untuk mengusir mereka dari tanah mereka untuk proyek unggulan, termasuk pemotongan layanan air dan listrik mereka, dan penggunaan drone pengintai.
Dua anggota suku Howeitat lainnya—Abdulilah al-Howeiti dan Abdullah Dukhail al-Howeiti—dijatuhi hukuman penjara 50 tahun dan larangan bepergian 50 tahun pada Agustus karena mendukung penolakan keluarga mereka untuk diusir dari rumah mereka di provinsi Tabuk.
Tiga pria yang ALQST laporkan dijatuhi hukuman mati adalah sepupu Alya al-Howeiti, anggota suku yang berbasis di Inggris yang memimpin kampanye Justice for Neom Victims dan pendiri Liga Oposisi Independen Arab yang baru-baru ini diluncurkan.
Alya al-Howeiti, yang tidak bisa mengonfirmasi hukuman itu, mengatakan kepada Middle East Eye pada hari Senin bahwa para pria itu berusia 30-an dan 40-an tahun.
Lihat Juga :