Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
Selasa, 11 Oktober 2022 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Presiden UEA akan Bertemu Putin untuk Cari Solusi Krisis Ukraina
Namun, dokumen tersebut mengungkapkan salah satu tujuan utama Israel adalah memenangkan dukungan Myanmar di forum internasional, sebagai imbalan atas dukungan senjatanya, papar laporan Haaretz.
“Tidak menarik bagi rezim Israel yang berturut-turut bahwa bantuan militer tidak dimaksudkan untuk tujuan pertahanan melawan musuh eksternal, tetapi digunakan untuk berperang melawan penduduk negara itu,” catat laporan itu, dilansir Memo.
Laporan itu menambahkan tidak ada anggota parlemen Israel yang pernah menyuarakan keberatan untuk penjualan senjata ke Myanmar pada periode itu.
Pada Maret 1954, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Walter Eytan menulis kepada Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Moshe Dayan, "Burma adalah teman paling setia Israel di Asia, dan hubungan antara tentara Israel dan tentara Burma bisa menjadi sangat vital, di setidaknya secara diplomatis."
Dia menambahkan, "Saya terikat untuk mengatakan bahwa, dengan keadaan hubungan antara Israel dan Burma saat ini, sebenarnya tidak mungkin untuk menolak permintaan Tentara Burma."
Kesepakatan persenjataan antara kedua rezim tersebut terdiri dari 30 pesawat tempur, ratusan ribu butir amunisi, 1.500 bom napalm, 30.000 barel senapan, ribuan mortir dan masih banyak lagi perlengkapan militer lainnya, mulai dari tenda hingga perlengkapan terjun payung.
Namun, dokumen tersebut mengungkapkan salah satu tujuan utama Israel adalah memenangkan dukungan Myanmar di forum internasional, sebagai imbalan atas dukungan senjatanya, papar laporan Haaretz.
“Tidak menarik bagi rezim Israel yang berturut-turut bahwa bantuan militer tidak dimaksudkan untuk tujuan pertahanan melawan musuh eksternal, tetapi digunakan untuk berperang melawan penduduk negara itu,” catat laporan itu, dilansir Memo.
Laporan itu menambahkan tidak ada anggota parlemen Israel yang pernah menyuarakan keberatan untuk penjualan senjata ke Myanmar pada periode itu.
Pada Maret 1954, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Walter Eytan menulis kepada Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Moshe Dayan, "Burma adalah teman paling setia Israel di Asia, dan hubungan antara tentara Israel dan tentara Burma bisa menjadi sangat vital, di setidaknya secara diplomatis."
Dia menambahkan, "Saya terikat untuk mengatakan bahwa, dengan keadaan hubungan antara Israel dan Burma saat ini, sebenarnya tidak mungkin untuk menolak permintaan Tentara Burma."
Kesepakatan persenjataan antara kedua rezim tersebut terdiri dari 30 pesawat tempur, ratusan ribu butir amunisi, 1.500 bom napalm, 30.000 barel senapan, ribuan mortir dan masih banyak lagi perlengkapan militer lainnya, mulai dari tenda hingga perlengkapan terjun payung.
Lihat Juga :