Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
Selasa, 11 Oktober 2022 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lusinan ahli Israel dikirim ke Burma untuk misi pelatihan, dan perwira militer Burma datang ke Israel untuk instruksi komprehensif tentang pangkalan IDF.
Bekerja sama dengan tentara Burma, Israel juga mendirikan perusahaan pelayaran, pertanian, pariwisata dan konstruksi di sana.
Selain itu, orang Burma terinspirasi untuk mengikuti jejak Israel dalam invasi dan perampasan tanah, dan oleh karena itu, juga mendirikan pangkalan militer di wilayah yang dihuni etnis minoritas.
“Kami tertarik membangun hubungan antara Mossad kami dan Mossad Burma,” tulis Kalman Anner, Direktur Asia Desk pada Januari 1982, setelah rezim Israel melihat pembersihan etnis orang-orang Rohingya sebagai peluang.
Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan Negara Myanmar, sementara lebih dari 34.000 orang dilemparkan ke dalam kobaran api; lebih dari 114.000 orang lainnya dipukuli; sebanyak 18.000 perempuan dan anak perempuan diperkosa dan lebih dari 115.000 rumah dibakar, menurut laporan Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).
Namun, hanya setelah kritik publik, Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan, pada Juli 2019, bahwa Myanmar tidak lagi dapat mengirim perwakilan ke pameran senjata di Israel.
Bekerja sama dengan tentara Burma, Israel juga mendirikan perusahaan pelayaran, pertanian, pariwisata dan konstruksi di sana.
Selain itu, orang Burma terinspirasi untuk mengikuti jejak Israel dalam invasi dan perampasan tanah, dan oleh karena itu, juga mendirikan pangkalan militer di wilayah yang dihuni etnis minoritas.
“Kami tertarik membangun hubungan antara Mossad kami dan Mossad Burma,” tulis Kalman Anner, Direktur Asia Desk pada Januari 1982, setelah rezim Israel melihat pembersihan etnis orang-orang Rohingya sebagai peluang.
Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan Negara Myanmar, sementara lebih dari 34.000 orang dilemparkan ke dalam kobaran api; lebih dari 114.000 orang lainnya dipukuli; sebanyak 18.000 perempuan dan anak perempuan diperkosa dan lebih dari 115.000 rumah dibakar, menurut laporan Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).
Namun, hanya setelah kritik publik, Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan, pada Juli 2019, bahwa Myanmar tidak lagi dapat mengirim perwakilan ke pameran senjata di Israel.
(sya)
Lihat Juga :