'Krisis' Migran, New York Umumkan Keadaan Darurat

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 20:29 WIB
loading...
Krisis Migran, New York...
Krisis migran, New York umumkan keadaan darurat. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Wali Kota New York, Eric Adams, mengumumkan keadaan darurat untuk mengatasi "situasi krisis" atas masuknya migran. Lebih dari 17.000 migran telah tiba di kota itu dari perbatasan selatan sejak April.

Negara bagianyang dikuasaiPartai Republik seperti Texas, Arizona dan Florida telah mengirimkan migran ke daerah Partai Demokrat dalam beberapa bulan terakhir.

Ini adalah bagian dari perselisihan dengan Gedung Putih ketika jumlah orang yang belum pernah terjadi sebelumnya tiba di perbatasan AS-Meksiko.

"Sejak September, rata-rata lima hingga enam bus tiba di kota setiap hari," kata Adams pada konferensi pers seperti dikutip dari BBC, Sabtu (8/10/2022).

Dia mengatakan bahwa satu dari lima orang di sistem penampungan kota saat ini adalah pencari suaka.

"Banyak dari mereka yang tiba adalah keluarga dengan anak usia sekolah dan sangat membutuhkan perawatan medis," ujarnya.

Baca: Wali Kota New York City Ingin Tampung Imigran Ilegal di Kapal Pesiar Mewah

Arus masuk itu diperkirakan akan menelan biaya New York hingga USD1 miliar tahun fiskal ini, dan Wali Kota menyerukan pendanaan federal dan negara bagian untuk membantu biaya tersebut.

"Warga New York marah," kata Wali Kota Adams.

"Saya juga marah. Kami tidak meminta ini. Tidak pernah ada kesepakatan untuk mengambil tugas mendukung ribuan pencari suaka," imbuhnya.

"Kota ini akan kehabisan dana untuk prioritas lain. Kota New York melakukan semua yang kami bisa, tetapi kami mencapai batas luar kemampuan kami untuk membantu," ia menambahkan.

"Layanan sosial kota dieksploitasi oleh orang lain untuk keuntungan politik," katanya.

Tiga negara bagian - Texas, Arizona, dan Florida - telah mengangkut migran ke daerah-daerah yang dipimpin Partai Demokrat, dengan fokus pada kota-kota "tempat perlindungan" yang memproklamirkan diri membatasi kerja sama mereka dengan otoritas imigrasi federal.

Baca: Wali Kota Washington Minta Bantuan Garda Nasional, Ada Apa?

Pejabat Partai Republik di negara-negara perbatasan mengatakan taktik itu ditujukan untuk mengurangi dampak arus migrasi.

Mereka juga mengatakan tindakan itu dirancang untuk meningkatkan tekanan pada pemerintahan Presiden Joe Biden untuk berbuat lebih banyak guna mengurangi jumlah migran yang melintasi perbatasan selatan AS, yang mencapai rekor tertinggi tahun ini.

Kota El Paso, Texas yang dikelola Partai Demokrat, telah menawarkan tumpangan gratis kepada para migran ke New York dan Chicago sebagai sarana untuk mengurangi tekanan pada sumber daya kota. El Paso sendiri telah mengangkut lebih dari dua kali lipat jumlah migran - hampir 9.000 - ke dua kota utara daripada yang dikirim oleh gubernur Texas.

Pejabat El Paso mengatakan perjalanan itu bersifat sukarela, dan mereka berkoordinasi dengan kota tujuan untuk membantu para migran pada saat kedatangan.

Sebagai bagian dari deklarasi daruratnya, Wali Kota New York mengeluarkan perintah eksekutif yang memungkinkan kota untuk mendedikasikan sumber daya untuk mendukung para pencari suaka dan mempercepat upaya tanggapan.

Seorang juru bicara Gubernur Texas Greg Abbott menolak deklarasi oleh walikota pada hari Jumat.

Baca: Penemuan 46 Mayat Migran di Truk, Gedung Putih: Mengerikan

"Keadaan darurat sebenarnya ada di perbatasan selatan negara kita di mana kota-kota kecil perbatasan Texas diserbu dan kewalahan oleh ratusan migran setiap hari ketika pemerintahan Biden membuang mereka di komunitas mereka," kata Renae Eze.

Eze mengatakan bahwa, pada Oktober, Texas telah mengirim sekitar 3.100 migran yang tiba di negara bagian itu ke New York dengan lebih dari 60 bus.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Berita Terkini
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved