Sempat Dihentikan, Pentagon Mulai Kirim Jet Tempur F-35
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 20:09 WIB
loading...
AS mulai kembali mengirimkan jet tempur F-35. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk melanjutkan pengiriman jet tempur F-35 beberapa minggu setelah penemuan komponen buatan China di pesawat tempur canggih itu.
Adalah Politico yang melaporkan hal tersebut. Menurut sumber outlet tersebut, Kongres diberitahu pada hari Jumat bahwa Pentagon telah menyelesaikan penyelidikannya atas masalah tersebut, dengan William LaPlante, wakil menteri pertahanan untuk akuisisi dan keberlanjutan, menandatangani pengabaian keamanan nasional.
Ini berarti bahwa departemen tidak akan memerlukan penggantian suku cadang yang mengandung paduan China dalam jet yang telah dikirim seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (8/10/2022).
Baca: Ada Komponen Asal China, Pentagon Tangguhkan Pengiriman Jet Tempur F-35
Pengadaan jet tempur generasi ke-5 dihentikan pada awal September setelah Lockheed Martin, kontraktor utama pembangunan pesawat, melaporkan pesawat tempur itu memiliki magnet di mesin yang menggunakan paduan kobalt dan samarium yang berasal dari China. Namun, pada saat itu, Pentagon bersikeras bahwa materi tersebut tidak menimbulkan ancaman.
Adalah Politico yang melaporkan hal tersebut. Menurut sumber outlet tersebut, Kongres diberitahu pada hari Jumat bahwa Pentagon telah menyelesaikan penyelidikannya atas masalah tersebut, dengan William LaPlante, wakil menteri pertahanan untuk akuisisi dan keberlanjutan, menandatangani pengabaian keamanan nasional.
Ini berarti bahwa departemen tidak akan memerlukan penggantian suku cadang yang mengandung paduan China dalam jet yang telah dikirim seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (8/10/2022).
Baca: Ada Komponen Asal China, Pentagon Tangguhkan Pengiriman Jet Tempur F-35
Pengadaan jet tempur generasi ke-5 dihentikan pada awal September setelah Lockheed Martin, kontraktor utama pembangunan pesawat, melaporkan pesawat tempur itu memiliki magnet di mesin yang menggunakan paduan kobalt dan samarium yang berasal dari China. Namun, pada saat itu, Pentagon bersikeras bahwa materi tersebut tidak menimbulkan ancaman.
Lihat Juga :