Senjata AS Tak Akan Bisa Lindungi Ukraina dari Serangan Nuklir Rusia

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 07:00 WIB
loading...
Senjata AS Tak Akan...
Para pakar kontrol senjata memperingatkan bahwa persenjataan AS tidak akan bisa melindungi Ukraina dari serangan nuklir Rusia jika benar-benar terjadi. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Para pakar kontrol senjata memperingatkan bahwa persenjataan canggih pasokan Amerika Serikat (AS) tidak akan bisa melindungi Ukraina dari serangan nuklir Rusia jika benar-benar terjadi.

Daryl Kimball, eksekutif Asosiasi Kontrol Senjata (ACS), mengatakan kepada Newsweek bahwa Rusia memiliki sistem jarak pendek yang dapat mengirimkan sebanyak 450 hulu ledak yang dapat diluncurkan dari udara atau darat. Hulu ledak tersebut disimpan di fasilitas penyimpanan pusat di sekitar lima lokasi.

Skenario yang paling mungkin, kata Kimball, akan melibatkan peluncuran rudal jelajah jarak pendek yang sarat dengan hulu ledak nuklir dengan daya ledak mulai dari 1 atau 2 kiloton hingga 10 kiloton.

Baca juga: Cemas dengan Ancaman Putin, Polandia Minta Bom Nuklir AS

Sebagai perbandingan, bom yang menghancurkan Hiroshima, Jepang, menjelang akhir Perang Dunia II menghasilkan daya ledak sekitar 15 kiloton dan menyebabkan kematian lebih dari 140.000 orang dalam waktu enam bulan.

"Itu akan menghasilkan ledakan besar yang tidak hanya melibatkan efek ledakan tetapi juga efek panas dan radiasi yang ekstrem," kata Kimball, yang dilansir Jumat (7/10/2022).

"Setiap penggunaan di Ukraina terhadap apa yang disebut sasaran militer atau sasaran sipil akan menyebabkan kerusakan parah. Tentu saja, itu tergantung pada berapa banyak perangkat yang diperintahkan Putin untuk digunakan atau di mana," paparnya.

Kimball mengatakan senjata yang disediakan AS di Ukraina, seperti sistem rudal Stingers, National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS), High-Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) atau S-300 tidak dapat menembak jatuh hulu ledak nuklir yang diluncurkan.

Tom Karako, senior fellow di Program Keamanan Internasional (ISP) dan direktur Proyek Pertahanan Rudal di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), mengatakan kepada Newsweek bahwa respons real-time akan tergantung pada hulu ledak nuklir yang dikerahkan—bom gravitasi, rudal jelajah, rudal balistik atau sistem pengiriman hipersonik.

"Itu tergantung pada lintasan dan sarana pengiriman tertentu," kata Karako.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Iran Berduka! Trump...
Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Dari Lampu Merah di...
Dari Lampu Merah di Liuzhou, Lahirlah Revolusi EV yang Mengubah Jakarta
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
Berita Terkini
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved