Nyanyikan Lagu Patriotik Ukraina, Miss Crimea Didenda

Kamis, 06 Oktober 2022 - 00:31 WIB
loading...
Nyanyikan Lagu Patriotik...
Menyanyikan lagu patriotik Ukraina, Miss Crimea didenda. Foto/CBS News
A A A
SEVASTOPOL - Dua wanita Crimea, salah satunya pemenang kontes Miss Crimea, dinyatakan bersalah karena dianggap telah mendiskreditkan tentara Rusia dengan menyanyikan lagu patriotik Ukraina dalam sebuah video yang diposting di media sosial.

Olga Valeyeva — yang memenangkan kontes kecantikan Miss Crimea 2022 — dan seorang teman yang tidak disebutkan namanya kedapatan telah menyanyikan lagu populer Ukraina "Chervona Kalyna" di balkon.

Sebuah video yang menunjukkan keduanya tengah asyik bernyanyi dipostong di Insta Story, yang otomatis dihapus setelah 24 jam.

Polisi Crimea mengatakan Valeyeva didenda 40.000 rubel atau sekitar Rp9,9 juta, sementara temannya diberi hukuman penjara 10 hari.

"Sebuah video diterbitkan di internet di mana dua gadis membawakan lagu yang merupakan lagu perjuangan organisasi ekstremis," Kementerian Dalam Negeri Crimea, semenanjung yang dianeksasi Rusia secara sepihak pada 2014, mengatakan di Telegram pada Senin lalu seperti dikutip dari CBS News, Kamis (6/10/2022).

Dikatakan pengadilan memutuskan para wanita, yang lahir pada tahun 1987 dan 1989, bersalah karena mendiskreditkan tentara Rusia dan secara terbuka menunjukkan simbol-simbol Nazi.

Baca: Putin Teken Undang-undang Pencaplokan Wilayah Ukraina

Rusia, yang pasukannya bertempur di Ukraina, sering menuduh bahwa simbol nasional Kiev adalah ekstremis dan mirip Nazi.

Polisi Crimea juga memposting video dari para wanita yang meminta maaf karena menyanyikan lagu tersebut, dengan mengaburkan wajah mereka.

"Saya tidak tahu dan tidak menyadari bahwa itu memiliki karakter nasionalis dan pasti tidak ingin menyebarkan propaganda dengan menyanyikannya," kata salah satu wanita dalam video tersebut.

Valeyeva memposting di Instagram sebelumnya bahwa dia tidak ingin "merugikan siapa pun."

"Saya tidak tahu bahwa lagu ini terhubung dengan sesuatu dan entah bagaimana dilarang," tulisnya.

"Kami baru saja menyanyikan lagu Ukraina. Kami pikir itu hanya lagu kecil yang sudah lama kami kenal," akunya.

Baca: Peta Pertempuran Ungkap Rusia Kehilangan Wilayah Kunci di Kherson

"Di Crimea, tidak ada yang dihukum karena lagu-lagu Ukraina yang normal," kata Oleg Kriuchkov, seorang pembantu gubernur Crimea yang diduduki, di Telegram.

"Tapi tidak ada yang mengizinkan himne nasionalis dinyanyikan di sini!" tegasnya.

Bulan lalu, kepala semenanjung yang ditempatkan di Moskow, Sergei Aksyonov, memperingatkan warga Crimea bahwa pihak berwenang akan bereaksi "keras" terhadap lagu-lagu seperti itu setelah Chervona Kalyna dimainkan di sebuah pernikahan.

"Menyanyikan lagu kebangsaan seperti itu - terutama selama operasi militer khusus - akan dihukum," Aksyonov memperingatkan dalam sebuah video di Telegram pada bulan September, menggunakan terminologi Moskow untuk menggambarkan invasi militernya ke Ukraina.

"Orang-orang yang melakukan ini bertindak seperti pengkhianat," tambahnya.

Baca: Pengamat Puji Sikap Kemlu Terkait Referendum Rusia

Aksyonov mengatakan ada kelompok layanan keamanan FSB khusus yang menangani masalah ini.

Rusia merebut Crimea dari Ukraina pada tahun 2014 selama invasi sebelumnya, dan telah menggunakan wilayah itu untuk melancarkan serangan terhadap negara itu dalam perang saat ini.

Pada bulan Agustus, ledakan dan kebakaran melanda gudang amunisi di Crimea, memaksa evakuasi lebih dari 3.000 orang.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
7 Lagu Populer Hamdan...
7 Lagu Populer Hamdan ATT, Termiskin di Dunia Paling Ikonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved