Putin Teken Undang-undang Pencaplokan Wilayah Ukraina

Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:13 WIB
loading...
A A A
Tak lama setelah Putin menandatangani undang-undang pencaplokan yang disetujui oleh parlemen Rusia, kepala kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Andriy Yermak, menulis di saluran Telegramnya menyebutnya sebagai keputusan tidak berharga dari negara teroris tidak sebanding dengan kertas yang mereka tandatangani.

“Suaka gila kolektif dapat terus hidup di dunia fiksi,” tambah Yermak.

Sedangkan Zelensky menanggapi pencaplokan tersebut dengan mengumumkan aplikasi jalur cepat Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Dalam sebuah dekrit yang dirilis Selasa, ia juga mengesampingkan negosiasi dengan Rusia, menyatakan bahwa tindakan Putin membuat berbicara dengan pemimpin Rusia menjadi tidak mungkin.

Di medan perang, Rusia dan Ukraina memberikan penilaian yang bertentangan tentang serangan balasan Ukraina di wilayah Kherson yang diduduki Rusia. Seorang pejabat regional yang ditempatkan di Moskow bersikeras bahwa kemajuan Ukraina telah dihentikan.

"Sampai pagi ini tidak ada gerakan oleh pasukan Kiev," kata Kirill Stremousov dalam komentarnya kepada kantor berita Rusia yang dikelola negara RIA Novost.

Baca: Twitter Runtuh Diserbu Bot, Diplomat Ukraina: Persetan dengan Musk!

Dia bersumpah para pejuang Ukraina tidak akan memasuki kota Kherson.

Namun, militer Ukraina mengatakan bendera Ukraina telah dikibarkan di atas tujuh desa wilayah Kherson yang sebelumnya diduduki oleh Rusia. Desa-desa yang dibebaskan paling dekat dengan kota Kherson adalah Davydiv Brid, sekitar 100 kilometer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Berita Terkini
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved