Pemimpin Sayap Kanan Prancis Tuntut Lebih Banyak Penutupan Masjid
Rabu, 05 Oktober 2022 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Tahun lalu pada Agustus, otoritas konstitusional tertinggi Prancis menyetujui rancangan undang-undang (RUU) "anti-separatisme" yang kontroversial yang telah dikritik karena menyebut Muslim.
RUU itu disahkan Majelis Nasional musim panas lalu, meskipun ada tentangan kuat dari anggota parlemen sayap kanan dan kiri.
Baca juga: Twitter Runtuh Diserbu Bot, Diplomat Ukraina: Persetan dengan Musk!
Menyinggung persidangan Menteri Kehakiman Eric Dupond-Moretti yang akan datang, dalam kasus konflik kepentingan, Le Pen menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron mencopotnya dari jabatannya.
Selain itu, pada penyelidikan yang dibuka terhadap Sekretaris Jenderal Elysee Alexis Kohler atas tuduhan konflik kepentingan, Le Pen bertanya, "Apakah Emmanuel Macron ingin mempertahankan seseorang yang dicurigai memiliki konflik kepentingan dalam posisi kritis seperti itu?"
RUU itu disahkan Majelis Nasional musim panas lalu, meskipun ada tentangan kuat dari anggota parlemen sayap kanan dan kiri.
Baca juga: Twitter Runtuh Diserbu Bot, Diplomat Ukraina: Persetan dengan Musk!
Menyinggung persidangan Menteri Kehakiman Eric Dupond-Moretti yang akan datang, dalam kasus konflik kepentingan, Le Pen menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron mencopotnya dari jabatannya.
Selain itu, pada penyelidikan yang dibuka terhadap Sekretaris Jenderal Elysee Alexis Kohler atas tuduhan konflik kepentingan, Le Pen bertanya, "Apakah Emmanuel Macron ingin mempertahankan seseorang yang dicurigai memiliki konflik kepentingan dalam posisi kritis seperti itu?"
Lihat Juga :