Diduga Sembunyikan Presiden Terguling, Demonstran Serang Kedubes Prancis

Minggu, 02 Oktober 2022 - 09:56 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Anne-Claire Legendre kemudian mengatakan kepada France24 pada Sabtu malam bahwa situasi di Ouagadougou membingungkan dan dia mendesak warga Prancis untuk tinggal di rumah.

Ibrahim Traore, kapten tentara berusia 34 tahun yang ditunjuk sebagai penanggung jawab setelah kudeta Jumat malam diumumkan di televisi pemerintah, mengatakan dalam wawancara bahwa dia dan anak buahnya tidak berusaha untuk menyakiti Damiba, yang tidak seperti para pemimpin terguling lainnya di wilayah tersebut belum menawarkan pengunduran dirinya.

“Jika kami mau, kami akan membawanya dalam pertempuan lima menit dan mungkin dia akan mati, presiden. Tapi kami tidak menginginkan bencana ini," kata Traore kepada Voice of America.

“Kami tidak ingin menyakitinya, karena kami tidak memiliki masalah pribadi dengannya. Kami berjuang untuk Burkina Faso,” imbuhnya.

Dia kemudian mengatakan kepada Radio Omega: “Kami tidak memiliki niat untuk membawa Damiba ke pengadilan. Kami hanya berharap dia akan beristirahat karena dia lelah, dan bagi kami, kami akan terus melakukan pekerjaan.”

Baca: Militer Burkina Faso Lakukan Kudeta, Bubarkan Pemerintah dan Parlemen

Jalan-jalan tetap tertutup di Ouagadougou dan sebuah helikopter terdengar terbang di atas kepala. Analisis keamanan internal untuk UE yang dilihat oleh Associated Press mengatakan ada "gerakan militer yang tidak normal" di kota itu.

Ketika ketidakpastian merajalela, komunitas internasional secara luas mengutuk penggulingan Damiba, yang menggulingkan presiden yang dipilih secara demokratis di negara itu pada Januari lalu. Uni Afrika dan blok kawasan Afrika barat yang dikenal sebagai Eco dengan tajam mengkritik perkembangan tersebut.

“ECOWAS menganggap perebutan kekuasaan baru ini tidak tepat pada saat kemajuan telah dibuat,” kata blok itu, mengutip kesepakatan Damiba baru-baru ini untuk kembali ke tatanan konstitusional pada Juli 2024.

Setelah mengambil alih kekuasaan pada Januari, Damiba berjanji untuk mengakhiri kekerasan ekstremis Islam yang telah memaksa 2 juta orang meninggalkan rumah mereka di Burkina Faso. Tetapi kelompok petugas yang dipimpin oleh Traore mengatakan pada hari Jumat bahwa Damiba telah gagal dan digulingkan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2506 seconds (10.101#12.26)