Ukraina Tuding Rusia Tahan Direktur PLTN Zaporizhzhia

Minggu, 02 Oktober 2022 - 07:22 WIB
loading...
Ukraina Tuding Rusia...
Ukraina tuding Rusia tahan Direktur PLTN Zaphorizhzhia Ihor Murashov. Foto/BBC
A A A
KIEV - Pasukan Rusia telah menahan direktur pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia Ukraina. Tudingan itu dilontarkan regulator nuklir negara Ukraina Energoatom.

Dikatakan bahwa Direktur PLTN Zaporhizhzhia, Ihor Murashov, ditahan saat mobilnya sedang dalam perjalanan dari fasilitas ke kota terdekat Enerhodar sekitar pukul 16:00 waktu setempat pada hari Jumat.

"Matanya kemudian ditutup dan diyakini telah dibawa ke fasilitas penjara di Enerhodar," kata Presiden Energoatom Petro Kotin kepada BBC.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Sabtu, Kotin mengatakan Murashov mengemban tanggung jawab utama dan eksklusif untuk keselamatan nuklir dan radiasi dari pembangkit nuklir.

Dia mengatakan penahanan Musrashov membahayakan keselamatan operasi Ukraina dan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa itu.

Selain itu, dia mengatakan kepada BBC bahwa penahanan terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina, termasuk Zaporizhzhia.

Baca: Pasukan Rusia Mundur dari Kota Penting di Donbass, Apa yang Terjadi?

Kotin mengatakan perwakilan dari perusahaan negara nuklir Rusia Rosatom telah mengunjungi pabrik "hanya dua hari yang lalu". Mereka mengatakan pembangkit listrik akan dipindahkan dari kendali Ukraina ke kendali Rosatom sejalan dengan pencaplokan wilayah tersebut.

Kotin mengatakan dia yakin langkah untuk menculik Musharov adalah upaya untuk mencoba dan membuatnya menerima pemindahan kendali pembangkit listrik itu dari Ukraina ke Rusia.

"Mereka mencoba membuatnya menerima pemindahan (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia) dari Ukraina ke Rosatom. Tapi saya yakin dia menentangnya. Berkali-kali sebelumnya dia menolak untuk menerima dunia Rusia dan seterusnya," kata Kontin seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Inggris itu, Minggu (2/10/2022).

Kotin lantas meminta Badan Energi Atom Internasional, IAEA, untuk menuntut segera membebaskan direktur PLTN Zapodizhzhia itu, menuduh Rusia sebagai "terorisme nuklir".

Rusia sendiri belum berkomentar terkait tudingan tersebut.

Moskow merebut pembangkit nuklir terbesar di Eropa tersebut pada bulan Maret, dan mempertahankan staf asal Ukraina.

Baca: Pemimpin Chechnya Kadyrov: Rusia Harus Gunakan Senjata Nuklir Hasil Rendah di Ukraina

Baik Ukraina dan Rusia berulang kali saling menuduh menembaki pembangkit listrik itu, di tengah kekhawatiran global bahwa hal ini dapat menyebabkan insiden radiasi besar di Eropa.

Enam reaktor PLTN Zaporizhzhia terletak di dekat Enerhodar, di bagian wilayah Zaporizhzhia selatan Ukraina yang diduduki.

Ukraina mengatakan pasukan Rusia menggunakan stasiun itu sebagai pangkalan militer dan para pegawainya ditahan di bawah todongan senjata.

Moskow membantah klaim tersebut.

Pada hari Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan pencaplokan wilayah Zaporizhzhia, Kherson, Donetsk dan Luhansk - sebuah langkah yang dikutuk secara luas oleh Ukraina dan Barat.

Moskow tidak sepenuhnya mengendalikan salah satu dari empat wilayah di timur dan selatan Ukraina.

Baca: Pidato Lengkap Putin Sambut Bergabungnya 4 Wilayah Ukraina ke Rusia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved