Fenomena Sapi Merah Sempurna Gemparkan Israel, dari Nabi Musa hingga Sekarang

Kamis, 29 September 2022 - 11:34 WIB
loading...
Fenomena Sapi Merah Sempurna Gemparkan Israel, dari Nabi Musa hingga Sekarang
Seorang rabi Israel menggunakan lensa pembesar untuk memeriksa sapi merah yang akan digunakan untuk ritual pemurnian. Foto/STR NEW/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Israel telah mendatangkan lima sapi dara merah sempurna dari sebuah peternakan di Texas, Amerika Serikat (AS), untuk ritual Yahudi.

Keberadaan sapi merah sempurna ini telah menarik perhatian publik Israel, terutama umat Yahudi. Hewan itu dianggap menyerupai apa yang diperintahkan Tuhan seperti yang tertulis dalam Taurat.

Kisah sapi merah sempurna juga diabadikan di dalam kitab suci Al-Qur'an, yakni pada Surah Al-Baqarah. Sekadar diketahui, makna tekstual bahasa Arab dari Al-Baqarah adalah sapi betina.

Zaman Nabi Musa

Salah satu peristiwa terkenal tentang sapi betina merah pernah terjadi pada zaman Nabi Musa, seperti tertulis dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah.

Baca juga: 5 Sapi Merah Sempurna Gemparkan Israel, Dianggap seperti Kisah Surah Al-Baqarah

Ibn Katsir, salah satu ulama yang menfasirkan peristiwa dalam Surah Al-Baqarah, mengatakan itu adalah peristiwa di kalangan Bani Israil, di mana ada lelaki kaya raya yang tidak punya anak.

Satu-satunya ahli warisnya adalah anak saudaranya. Barangkali tidak sabar menunggu untuk mendapatkan warisan, maka sang keponakan membunuh pamannya.

Kemudian malam-malam dia mengangkat dan meletakkan jenazah pamannya itu di depan rumah seseorang dari Bani Israil. Besoknya sebagian masyarakat menuduh yang punya rumahlah sebagai pelaku, namun tuduhan itu dibantah yang kemudian terjadi pertengkaran.

Seseorang dari mereka mengusulkan agar mendatangi Nabi Musa dan menanyakan siapa sebenarnya yang membunuh lelaki kaya tersebut.

Nabi Musa kemudian memohon kepada Allah SWT, yang kemudian memerintahkan kepada Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina'. Mereka berkata: 'Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?' Musa menjawab: 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil'," bunyi terjemahanAl-Qur'an Surah Al-Baqarah 2:67.

Bani Israil kala itu terus mengkritisi setiap perintah Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi Musa tentang jenis sapi yang harus disembelih. Setiap pertanyaan memunculkan jawaban baru dan detail, hingga akhirnya diperoleh jawaban "sapi betina merah sempurna".
Fenomena Sapi Merah Sempurna Gemparkan Israel, dari Nabi Musa hingga Sekarang

Foto/YouTube/Temple Institute

Sapi MerahTahun 2018

Pada 2018, seekor sapi merah yang diklaim sempurna terlahir di Israel. Kelahiran anak sapi merah ini dinyatakan yang pertama kali dalam 2.000 tahun.

Lantaran langka, beberapa warga Yahudi mengaitkan kemunculan sapi merah itu dengan tanda dekatnya hari kiamat.

Temple Institute di Israel kala itu mengonfirmasi kelahiran anak sapi merah tersebut. Para rabi Yahudi memeriksa detail untuk memastikan warna kulitnya seperti yang tertulis dalam kitab Taurat.

Baca juga: Sapi Merah Sempurna Lahir di Israel, Dikaitkan dengan Kiamat

"Anak sapi betina merah membawa janji untuk mengembalikan kemurnian Alkitab kepada dunia," kata Temple Institute dalam pengumumannya saat itu.

Tak disebutkan secara rinci tanggal dan lokasi kelahiran anak sapi itu.

Dalam kepercayaan umat Yahudi di Israel, kelahiran dan pengorbanan sapi merah mengawali pembangunan Bait Suci (Kuil Suci) Ketiga di Yerusalem.

Di kalangan Yahudi Ortodoks, pembangunan kembali Bait Suci Ketiga akan terjadi sebelum kedatangan Mesias. Dua Kuil Suci sebelumnya telah hancur. Namun, Temple Institute dan organisasi lain telah dibentuk dengan tujuan membangun Bait Suci Ketiga di Gunung Moriah atau Temple Mount.

Beberapa teolog juga percaya bahwa pembangunan Bait Suci Ketiga dikaitkan dengan "Hari Penghakiman" atau "akhir zaman".

Direktur Temple Institute, Rabi Chain Richman, percaya sekarang saatnya membangun Bait Suci Ketiga setelah kelahiran anak sapi merah.

Video di saluran YouTube Temple Institute pada tahun tersebut menunjukkan anak sapi dengan induknya di sebuah situs. "Kelahiran sapi merah sempurna lahir di tanah Israel," bunyi keterangan video tersebut.

Sapi Merah Sempurna 2022

Empa tahun kemudian, para rabi Yahudi Israel mendatangkan lima sapi betina merah sempurna dari sebuah peternakan di Texas, AS. Kelima hewan itu akan digunakan untuk ritual penyucian umat Yahudi.

Menurut otoritas Yahudi di Israel, kelima sapi merah sempurna itu diperlukan untuk pemurnian ritual mereka yang telah menyentuh mayat.

Mereka tiba Kamis pekan lalu, saat Temple Institute melanjutkan persiapan untuk meletakkan batu bagi pembangunan Kuil Suci Ketiga di Yerusalem.

Temple Institute menjelaskan sapi dara atau perawan semuanya berusia di bawah satu tahun. Jika mereka tetap 100% merah dan menghindari noda yang akan mendiskualifikasi mereka, mereka masing-masing akan memenuhi syarat untuk digunakan untuk membuat abu yang disyaratkan oleh hukum Yahudi untuk memurnikan mereka yang telah berhubungan dengan mayat.

Tingkat pemurnian ini akan diperlukan guna memungkinkan kohanim (pendeta) untuk melakukan pekerjaan mereka di kuil masa depan.

Sapi-sapi yang berharga itu segera diangkut ke Haifa di mana mereka akan dikarantina selama tidak kurang dari tujuh hari, sesuai dengan peraturan Otoritas Veteriner Israel.

Setelah karantina, mereka akan dilepaskan ke dua lokasi terpisah di Israel, salah satunya akan dibuka untuk umum. Sapi dara akan diberi makan dan dirawat di lokasi tersebut sampai mereka dapat disembelih dan dijadikan abu sejak tahun ketiga dan seterusnya.
Sapi-sapi itu ditemukan dan dibawa ke Israel dengan bantuan organisasi Boneh Israel, yang melibatkan orang Yahudi dan Kristen.

Byron Stinson, seorang peternak Texas dan penggalang dana serta penasihat organisasi, memelihara ternak. Sapi dara disambut dengan upacara di Bandara Ben-Gurion.

Pejabat Temple Institute Rabi Chanan Kupietzky, Rabi Tzachi Mamo, Rabi Yisrael Ariel dan Rabi Azaria Ariel berpartisipasi dalam upacara tersebut, bersama Stinson dan direktur jenderal Kementerian Warisan dan Yerusalem Netanel Isaac.

“Saya tidak berniat melakukan ini, tetapi saat ini, saya mungkin adalah pemburu sapi dara merah terbaik di Texas,” kata Stinson kepada Israel365 News,yang dilansir Jerusalem Post.

"Alkitab mengatakan untuk membawa sapi merah untuk menyucikan Israel, dan saya mungkin tidak memahaminya, tetapi saya hanya melakukan apa yang dikatakan Alkitab.”

“Nubuatan itu menjadi kenyataan, dan orang-orang Yahudi kembali ke Israel,” imbuh Stinson.

“Sekarang mereka perlu membangun kuil. Tapi itu seperti membeli mobil yang sangat bagus. Jika Anda tidak memiliki kuncinya, Anda tidak akan kemana-mana. Sapi merah adalah kunci untuk membuat kuil berfungsi seperti yang seharusnya.”

Menurut Stinson, peternak yang memelihara ternak adalah seorang Kristen yang taat yang sangat tertarik dengan perintah ini dan mulai membiakkan ternak untuk sifat tersebut.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1532 seconds (10.101#12.26)